Kontribusi e-Commers Mencapai Rp100 M Per Hari

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 05 Agustus 2017, 21:28 WIB
rmol news logo Perkembangan teknologi informasi menjadikan perilaku konsumen beralih ke e-commerce atau situs dagang online. Bahkan perpindahan prilaku tersebut dinilai sebagai salah satu faktro menurunnya daya beli masyarakat.

Sekjen Asosiasi Fintech Indonesia, Karaniya Dharmasaputra menilai anggapan tersebut sangat berlebihan. Menurutnya kontribusi keuntungan dari seluruh transaksi e-Commerce sangatlah besar, bahkan value transaksi pelaku e-Commerce ternama bisa menghasilkan Rp40 miliar samapai Rp100 miliar per harinya.

Jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan value transaksi pelaku retail besar di Indonesia, hampir sama dengan nilai transaksi satu pelaku e-Commerce.

"Gross margin value dari seluruh transaksi e-Commers kita naik cukub besar, tapi masih di 7 miliar dolar AS. Naiknya 20 persen per tahun. Jadi berlebihan jika e-Commers disebut menurunkan daya beli," ujarnya di Jakarta (Sabtu, 5/8).

Lebih lanjut, pelaku e-Commers di Indonesia masih tetap bersingungan dengan retail konvensional. Salah satu contoh pengguna ojek online bisa mengisi uang elektronik di ritail-ritail yang banyak berdiri di lingkungan masyarakat. Menurutnya, pola kerjasama tersebut menutup kemungkinan pengusaha konvensional untuk gulung tikar.

Sementara itu, Praktisi Ekonomi Digital, Umar Idris juga menilai, peralihan prilaku konsumen ke e-Commers tidak memiliki porsi besar dalam menurunkan daya beli masyarakat.

Menurutnya, pengguna e-Commers lebih banyak diminati usia 24-35 tahun. Sehingga sangat kecil jika, pelaku e-Commers membuat daya beli masyarakat menurun.

"Daya beli besar justru ada pada kelompok tersebut, meski dari porsi kecil, tetapi mereka itu keluarga muda," ujarnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA