Seperti diketahui, pemerintah mulai kembali mewacanakan untuk memberlakukan kebijakan redenomÂinasi. Bahkan kebijakan yang akan memangkas angka nol ini kembali didorong pemerintah agar tahun ini mulai dibahas dengan DPR.
Adalah Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo yang akan menÂgajukan RUU Redemonasi ke DPR. Menurut Agus, RUU Redenominasi rupiah berisikan 18 pasal. Untuk proses implementasinya akan meÂmakan waktu hingga tujuh tahun.
"Dua tahun adalah persiapan, 2020-2024 adalah masa transmisi, dan kemudian ada tahap phase out," ujarnya.
Untuk pembahasan nanti, pemerÂintah akan membentuk tim yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Sekretariat Negara.
Pada tahun lalu, 2016, Kemenkeu mengaku sudah mengusulkan RUU Redenominasi ke DPR. Namun, karena terdapat pembahasan RUU lainnya terkait sektor keuangan yang lebih prioritas, RUU Redenominasi tidak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
DPR, melalui sejumlah focus group discussion yang digelar BI, kata Agus, tampak mendukung reÂdenominasi sebagai prioritas yang dibutuhkan Indonesia saat ini.
Lalu bagaimana respons Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati? Pendapatnya sama, ia mendukung redeÂnominasi rupiah masuk dalam Prolegnas tahun ini. "APBN sudah dianggap memiliki kredibilitas dan realistis sehÂingga kita bisa mendapatkan investment grade," kata Menteri Sri.
Ada tiga nol yang akan dihilanÂgkan dari masing-masih nilai uang rupiah. Contohnya dari nilai uang Rp 1.000 menjadi Rp 1, dan seterusnya. Lalu apa manfaatnya?
Kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, tujuan redeÂnominasi untuk menciptakan efisiensi dalam perekonomian. Salah satu pihak yang paling merasakan dampak dari efisiensi itu adalah perbankan, yang menangani transaksi menggunakan mata uang rupiah setiap hari.
"Coba lihat di bank itu angka berÂderet-deret, berarti berapa megabyte perlu ditambah untuk menampung angkanya di dalam IT-nya perbankan, begitu juga transaksi yang lain," kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (24/7).
Netizen yang mejeng di kaskus pro-kontra menyikapi rencana peÂmangkasan jumlah nol di uang rupiah. Yang kontra menilai wacana itu adalah proyek mubazir. "Sayang tuh, duit baru aja nyetak," sentil akun farthard.ngebas.
"Bener om. Jangan hanya demi kepentingan orang-orang akuntansi yang katanya ribet masukin angka 0.. Tapi kepentingan rakyat jadi taruhan. Lagian tar butuh triliunan duit untuk pencetakan uang baru. Terus sosialisasi dll... Duitnya dari mana?? Ngutang lagi," kritik akun ademinkaskus.
"Pemindah Ibu Kota belum seleÂsai sudah mau Redominasi napsu amat," cibir akun isobann.
Sementara akun luckybsd khaÂwatir jika redenominasi terjadi akan berdampak pada terjadinya inflasi. "Bodoh. Nanti dalam beÂberapa tahun kemudian angka 0 nya mulai bermunculan kembali. Efek inflasinya bakal lebih parah. Ini perÂmainan psikologi. Jangan biarkan redominasi terjadi," ajaknya.
Senada dengan kaskuser yang kontra dengan redenominasi ruÂpiah, bekas Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli berÂpendapat redenominasi rupiah beÂlum prioritas. Apalagi di tengah situasi ekonomi seperti saat ini.
Pasalnya, redenominasi membuÂtuhkan biaya yang besar untuk cetak uang baru dan sebagainya. Jauh hari sebelumnya, ia juga tidak sungkan menyatakan wacana redenomiÂnasi sebagai proyek-proyekan Bank Indonesia. Sebab, hitungan Rizal manfaat redenominasi sangat kecil, namun membutuhkan biaya yang sangat besar untuk mencetak uang baru, sosialisasi dan lainnya.
"Dari pada mroyek, mending buat kebijakan moneter yang efektif," ujar Rizal di Bandung, beberapa waktu lalu.
Rizal menyarankan tim ekonomi Jokowi fokus menggenjot sektor riil guna mempercepat roda perekonomian nasional. "Fokus genjot sektor riil, ekspor dan lapangan kerja," tulis Rizal melalui akun twitternya @RamliRizal.
Selain pro-kontra, sejumlah warÂganet di Twitter juga tampak was-was dengan redenominasi. Akun @kakalebot menanyakan apakah penyederhanaan nominal rupiah akan berpengaruh pada investasi.
"Mau tanya dong menghadapi redenominasi rupiah apakah berÂpengaruh dengan investasi logam mulia? Lebih baik simpan dalam bentuk property/LM?," tanya dia.
"Redenominasi akan menimbulÂkan kebanggaan ketika Mata uang rupiah diberikan sebagai souvenir kepada penduduk negara lain, karÂena efek nilai jualnya," dukung @ lorosai_baucau.
"Redenominasi itu enaknya pas ngitung uang yang gede. Yang tadinya 1 kuadriliun jadi 1 trilyun," ulas @60far60pay.
"Tapi Mbah kalau redenomiÂnasi jadi dilakukan pasti ada yang sangat kecewa yaitu Marga Pasaribu di Tapanuli akan menjadi Marga Pasar Satu," canda akun @ MbahUyok. ***
BERITA TERKAIT: