Begitu kata Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (29/5).
Atas alasan itu, sambung Yukki, Menurutnya, ALFI melalui ALFI Institute berkomitmen menjadikan anggotanya sebagai arsitek angkutan barang untuk logistik dan distribusi yang berdaya saing global.
"Melalui ALFI Institute kami berupaya untuk mendongkrak potensi SDM usia produktif agar berkualitas dan mampu bersaing di pasar internasional. Untuk itu, program pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan telah kami sesuaikan dengan kebutuhan pasar," jelasnya.
Adapun 4 program pendidikan utama yang menjadi fokus ALFI dalam mendukung reformasi logistik antara lain; Basic International Freight Forwarding Course, FIATA Diploma in International Freight Forwarding, FIATA Higher Diploma in Supply Chain Management, dan Logistics Management. Program tersebut pun pendidikannya berjenjang mulai dari basic hingga higher diploma.
Sementara itu, Director of ALFI Institute Iman Gandi menyebutkan bahwa saat ini ALFI Institute tengah menjajaki pengembangan dan kerjasama internasional melalui program e-learning demi meningkatkan kompetensi logistik nasional dalam persaingan global.
"Sejalan dengan visi ALFI dalam peningkatan kompetensi dan kapasitas SDM Logistik, ALFI Institute sedang menjajaki pengembangan dan kerjasama internasional dalam e-learning dengan menandatangani MoU dengan perguruan tinggi terkemuka di luar negeri," ujarnya.
Seluruh program pendidikan yang terdapat dalam ALFI Institute diakui Iman sudah terakreditasi dan diakui secara regional ASEAN, maupun internasional.
"Di sini kami selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM dalam bidang Freight Forwarding dan Logistik. Program kurikulum yang kami terapkan juga sudah terakreditasi dan mendapat pengakuan baik nasional, dan regional bahkan internasional,†imbuhnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: