Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Wiwiek Sisto menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan karena tensi daya beli masyarakat jelang atau ketika ramadhan selalu besar. Apalagi, sambung Wiwiek, menjelang hari lebaran tiba.
"Kami sangat berharap kepada para ulama untuk bisa memberikan suatu pemahaman kepada masyarakat atau santri di pesantren masing-masing agar tidak terlalu banyak melakukan konsumsi," jelasnya seperti diberitakan
RMOLJabar.
Menurut Wiwiek, mestinya ketika puasa jumlah barang yang dikonsumsi itu berkurang. Tetapi, pada kenyataannya, ketika puasa digunakan oleh masyarakat untuk berkonsumsi secara berlebihan.
"Kita tidak akan melarang masyarakat untuk membeli barang-barang konsumsi, silakan, tapi jangan terlalu banyak," terangnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: