"Pak Sidarto Danusubroto yang memimpin pertemuan Wantimpres dengan tim IRI mengatakan IRI dapat dilaksanakan karena sejalan dengan fokus perhatian dan arahan Presiden Jokowi saat ini, yakni mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial," kata penggagas IRI, AM Putut Prabantoro dalam seminar bertema 'Mencapai Kemakmuran Bersama Melalui Indonesia Raya Incorporated' di Fakultas Ekonomi Universitas Riau, Kamis (4/5).
Putut mengatakan, apabila gagasan IRI diimplementasikan maka akan terjadi ekonomi terintegrasi. Segala sumberdaya ekonomi, baik sumber daya alam dan non sumber daya alam, akan dikelola dengan transparansi, bebas KKN, good corporate governance, dan akuntabel.
Selain itu, kata Putut, seluruh bangsa Indonesia akan melindungi, merawat dan mengamankan seluruh sumber ekonomi yang ada. Seluruh bangsa Indonesia dan Negara secara bersama-sama akan mencegah daerah yang ingin memisahkan diri karena adanya kepesertaan ekonomi bersama di sumber-sumber ekonomi di daerah tersebut.
"IRI mengemban perwujudan sistem ekonomi sebagaimana diamanatkan UUD 1945. Melalui IRI juga bisa terwujud sila ke-5 Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," kata Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada-Semangat Satu Bangsa (dari wartawan, oleh wartawan, untuk Indonesia) itu.
Dijelaskan Putut, konsep ekonomi IRI mensyaratkan adanya perkawinan antara BUMN dan BUMD di sebuah sumber ekonomi dengan melibatkan penyertaan modal dari BUMD Provinsi dan BUMD Kabupaten seluruh Indonesia.
Perkawinan antara BUMN dan BUMD itu melahirkan badan usaha baru yang kemudian akan menjual sahamnya ke BUMD seluruh Indonesia. Untuk memenuhi "dikuasai negara", maka mayoritas saham minimal 51% dari masing-masing badan usaha, baik negara (pemerintah), provinsi, atau kabupaten/kota, harus dikuasai pemerintah masing-masing.
"Perkawinan harus terjadi di setiap aktivitas perekomian termasuk hulu dan hilir di semua sumber ekonomi terutama yang diamantkan Pasal 33 UUD 45. Jadi, BUMN-BUMN yang sehat dan kuat akan menjadi lokomotif perekonomian bagi BUMD. Sehingga, ekonomi bertumbuh dari daerah dan bukan dari pusat. Penekanannya ada pada usaha bersama," kata Putut.
Gagasan IRI, kata Putut, berangkat dari keyakinan bahwa kekayaan alam, sumber ekonomi dan aktivitas perekonomian, tidak hanya akan mencapai sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia tetapi juga merupakan alat strategis pemersatu bangsa. Keyakinan ini hanya dapat dilaksanakan jika kemakmuran dicapai melalui usaha bersama dalam asas kekeluargaan.
Seminar dihadiri mahasiswa ekonomi Unri dan para mahasiswa dari 23 perguruan tinggi di Indonesia yang tengah mengikuti Economic Operation (ICON) IV dan E-DOV Festival, kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Unri. Turut hadir sebagai pembicara dalam seminar, Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Letjen (purn) Kiki Syahnakri.
[ian]
BERITA TERKAIT: