Dia menuding saat itu Pemerintahaan SBY-Boediono telah melakukan kezaliman. Yaitu, saat menetapkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha kecil hingga 23 persen, sementara untuk bunga KUR pengusaha besar berkisar 11 persen.
Padahal saat dirinya menjadi Wakil Presiden saat periode pertama SBY, bunga KUR untuk pengusaha kecil hanya 10-11 persen.
"Itu suatu kezaliman yang terjadi ketika bunga KUR 23 persen," ujar Jusuf Kalla saat menutup Kongres Ekonomi untuk Umat yang digagas Majelis Ulama Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (24/4).
Karena itu, saat dia kembali menjadi Wapres saat ini, bunga KUR kembali kembali diturunkan seperti semula. Bahkan kedepannya bunga KUR tersebut bakal turun hingga 7 persen.
"Ada kesalahan besar di kabinet sebelum ini. Bunga KUR naik 23 persen, pengusaha besar makin besar, pengusaha kecil kesulitan. Makanya diturunkan lagi jadi 7 persen," ujarnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: