Salah satu spanduk yang diusung peserta aksi bertuliskan dukungan terhadap Kontrak Karya (KK) Freeport, bukan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) seperti yang diwajibkan pemerintah agar tetap bisa ekspor konsentrat.
"Kontrak Karya Harga Mati, Kami Hanya Mau Freeport,:" tulis salah satu spanduk yang ditempelkan di pagar kantor ESDM Jakarta, Selasa (7/3).
Sementara spanduk lain yang dipasang di mobil komando mereka, antara lain berbunyi: KK YES!, IUPK No!
Tak hanya itu, terdapat juga pesan yang menyuarakan dukungan terhadap Presiden RI, Joko Widodo.
Koordinator Aksi Ari Mandesi dalam orasinya menjelaskan, karyawan Freeport atau masyarakat Papua tetap mendukung Presiden dan menjaga keutuhan NKRI. Tapi, mereka juga meminta kejelasan nasib atas ancaman PHK dari PT Freeport Indonesia.
Ari menjelaskan, sudah banyak masyarakat Papua yang bekerja di Freeport dirumahkan setelah keluarnya PP nomor 1 tahun 2017.
"Kalau anda sekarang pergi ke Freeport, sekarang sudah sepi, kalau pun ada yang bekerja, kawan kami harap-harap cemas akan mendapatkan surat PHK. Yang kami minta adalah kejelasan nasib kami, janganlah jadi korban atas polemik yang terjadi," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: