Rini & Tanri Tutup Mulut Soal Calon Bos Pertamina

Sibuk Jamu Raja Arab, Pengangkatan Dirut Ditunda

Kamis, 02 Maret 2017, 09:35 WIB
Rini & Tanri Tutup Mulut Soal Calon Bos Pertamina
Foto/Net
rmol news logo Penetapan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) yang seharusnya dilakukan kemarin, diundur. Salah satu penyebabnya, pemerintah sedang sibuk menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz. Dari kabar yang beredar, Presiden sudah menerima usulan, sedikitnya ada tiga calon pengganti Dwi Soetjipto.

 Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, dari sisi regulasi, pe­nundaan penetapan Dirut Per­tamina dibolehkan sepanjang alasannya bisa diterima. Dan, sedang tidak ada kondisi harus cepat mengambil keputusan.

"Alasan penundaan kan jelas. Presiden Jokowi sedang sibuk menjamu Raja Salman. Selain itu juga kinerja perusahaan ber­jalan normal-normal saja," kata Mamit kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Namun demikian, Mamit ber­harap, penetapan Dirut baru segera dilakukan. Sebab, pe­nundaan dapat memperuncing konflik di internal Pertamina. Berbagai isu negatif di internal perusahaan pelat merah itu akan terus bermunculan sebelum ada Dirut definitif. Hal ini bisa meng­ganggu kinerja Pertamina.

Soal calon Dirut, Mamit men­gungkapkan, dirinya dapat bo­coran dari internal pemerintah. Menurutnya, sedikitnya ada tiga calon yang diusulkan ke Presi­den, satu orang dari internal dan dua dari eksternal.

Secara pribadi, Mamit mengaku menginginkan calon dari internal. Alasannya, mereka sudah paham kinerja perusahaan.

Penundaan penetapan calon Dirut Pertamina disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Selasa (28/02) malam. Alasan penundaan antara lain karena Presiden sedang sibuk menerima kunjungan Raja Salman. Selain itu, pemerintah masih me-review nama-nama calon.

Rini tidak mau membuka siapa saja nama yang diusulkan­nya ke Presiden. "Banyaklah," kata Rini singkat.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 3 Februari 2017, Dirut definitif perusahaan minyak dan gas BUMN tersebut harus dipilih 30 hari setelah rapat pemegang sa­ham digelar. Saat ini, Pertamina dipimpin Yenni Andayani yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Pertamina.

Selain mencopot Dwi So­etjipto, RUPS Pertamina juga memberhentikan Ahmad Bam­bang sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut). Selain itu, po­sisi Wadirut yang baru ada sejak Oktober 2016, ini dihapuskan. Sebelumnya, jabatan tersebut berfungsi sebagai sinergi antara Direktur Pengolahan dengan Direktur Pemasaran.

Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng juga enggan me­nyebutkan nama-nama yang di­usulkan ke Presiden. Dia hanya memastikan, semua proses di tingkat komisaris sudah selesai. Hasil seleksi sudah disampaikan ke Kementerian BUMN.

Dia juga keberatan menyebut­kan jumlah calon. "Wah, kalau jumlah rahasia," kata Tanri, kemarin.

Sebelumnya, beredar sejumlah lama calon Dirut Per­tamina. Mereka antara lain Direktur Sumber Daya Ma­nusia, Teknologi, dan Umum Pertamina Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman dan Direktur Hulu Syamsul Alam. Belakangan ini juga beredar dua nama baru, yakni Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Dirut PT Krakatau Steel Sukandar dan Dirut PLN Sofyan Basyir.

Sofyan menampik rumor tersebut. Dia berdalih, tidak mengikuti proses seleksi yang dilakukan Komisaris Pertamina. "Setahu saya enggak pernah den­gar, enggak pernah ditanya dan dipanggil," tuturnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA