Direktur
Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, dari sisi regulasi, peÂnundaan penetapan Dirut PerÂtamina dibolehkan sepanjang alasannya bisa diterima. Dan, sedang tidak ada kondisi harus cepat mengambil keputusan.
"Alasan penundaan kan jelas. Presiden Jokowi sedang sibuk menjamu Raja Salman. Selain itu juga kinerja perusahaan berÂjalan normal-normal saja," kata Mamit kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Namun demikian, Mamit berÂharap, penetapan Dirut baru segera dilakukan. Sebab, peÂnundaan dapat memperuncing konflik di internal Pertamina. Berbagai isu negatif di internal perusahaan pelat merah itu akan terus bermunculan sebelum ada Dirut definitif. Hal ini bisa mengÂganggu kinerja Pertamina.
Soal calon Dirut, Mamit menÂgungkapkan, dirinya dapat boÂcoran dari internal pemerintah. Menurutnya, sedikitnya ada tiga calon yang diusulkan ke PresiÂden, satu orang dari internal dan dua dari eksternal.
Secara pribadi, Mamit mengaku menginginkan calon dari internal. Alasannya, mereka sudah paham kinerja perusahaan.
Penundaan penetapan calon Dirut Pertamina disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Selasa (28/02) malam. Alasan penundaan antara lain karena Presiden sedang sibuk menerima kunjungan Raja Salman. Selain itu, pemerintah masih me-
review nama-nama calon.
Rini tidak mau membuka siapa saja nama yang diusulkanÂnya ke Presiden. "Banyaklah," kata Rini singkat.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 3 Februari 2017, Dirut definitif perusahaan minyak dan gas BUMN tersebut harus dipilih 30 hari setelah rapat pemegang saÂham digelar. Saat ini, Pertamina dipimpin Yenni Andayani yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Pertamina.
Selain mencopot Dwi SoÂetjipto, RUPS Pertamina juga memberhentikan Ahmad BamÂbang sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut). Selain itu, poÂsisi Wadirut yang baru ada sejak Oktober 2016, ini dihapuskan. Sebelumnya, jabatan tersebut berfungsi sebagai sinergi antara Direktur Pengolahan dengan Direktur Pemasaran.
Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng juga enggan meÂnyebutkan nama-nama yang diÂusulkan ke Presiden. Dia hanya memastikan, semua proses di tingkat komisaris sudah selesai. Hasil seleksi sudah disampaikan ke Kementerian BUMN.
Dia juga keberatan menyebutÂkan jumlah calon. "Wah, kalau jumlah rahasia," kata Tanri, kemarin.
Sebelumnya, beredar sejumlah lama calon Dirut PerÂtamina. Mereka antara lain Direktur Sumber Daya MaÂnusia, Teknologi, dan Umum Pertamina Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman dan Direktur Hulu Syamsul Alam. Belakangan ini juga beredar dua nama baru, yakni Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Dirut PT Krakatau Steel Sukandar dan Dirut PLN Sofyan Basyir.
Sofyan menampik rumor tersebut. Dia berdalih, tidak mengikuti proses seleksi yang dilakukan Komisaris Pertamina. "Setahu saya enggak pernah denÂgar, enggak pernah ditanya dan dipanggil," tuturnya. ***
BERITA TERKAIT: