Pebisnis Jakarta Klaim Tekor Ratusan Miliar

Ibu Kota Dikepung Banjir

Kamis, 23 Februari 2017, 09:37 WIB
Pebisnis Jakarta Klaim Tekor Ratusan Miliar
Foto/Net
rmol news logo Kadin mencatat kerugian ra­tusan miliar akibat banjir yang mengepung Jakarta pada Se­lasa (21/2). Pasalnya, hampir 50 persen toko dan kios yang ada di Ibu Kota tutup.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indone­sia (Kadin) Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, banjir yang menyerang Jakarta membuat aktivitas bisnis dan perdagangan. Setidaknya ada 54 titik banjir yang tersebar di lima wilayah Jakarta, baik jalan protokol maupun pinggiran.

"Akibatnya arus lalu lin­tas macet total dan stagnan, imbasnya aktivitas usaha dan transportasi para pekerja terhambat," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut hasil pemantauan Kadin Jakarta, kata dia, toko-toko yang banyak yang tutup ada di kawasan Glodok dan Mangga Dua. Padahal, di­daerah tersebut banyak pusat grosir, seperti Glodok Jaya, Glodok Plaza, Harco Glodok, dan Glogok City. Mayoritas, toko-toko disini menjual peral­atan elektronik dan komputer.

Sementara di Mangga Dua ada Mangga Dua Pasar Pagi, ITC Mangga Dua, Mangga Dua Harco, WTC Mangga Dua, dan Mangga Dua Square. Toko-toko disini mayoritas menjual kepeluan rumah tang­ga dan elektronik. Hal serupa juga terjadi di pusat grosir Tanah Abang, Cempaka Mas, dan Kelapa Gading.

"Total jumlah toko di ka­wasan Harco dan Glodok tersebut mencapai 50 ribu toko. Nah, pas banjir Selasa lalu 50 persennya tutup. Se­dangkan, yang 5o persennya buka siang hari menunggu air surut," kata Sarman.

Meskipun sebagian toko buka, tapi penjualan turun mencapai 50-70 persen. Sebab, pengun­jungnya berkurang sekitar 70 persen akibat banjir. "Kerugian­nya capai ratusan miliar. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dampak demo," papar Sarman.

Karena itu, dia berharap, ke depan Pemprov DKI Jakarta dengan dukungan Pemerintah Pusat kudu segera memban­gun berbagai infrastruktur mengantusipasi banjir di Ibu Kota. Apalagi, sebagai Ibu Kota Negara dan pusat per­dagangan serta bisnis, hampir 60 persen perputaran uang secara nasional ada di Jakarta. "Gubernur mendatang harus bisa mengurangi banjir su­paya bisnis tidak terganggu," tukasnya.

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, banjir yang menyerang sejum­lah kawasan Ibu Kota me­nyebabkan kerugian, terutama bagi para pengusaha yang bergerak di sektor riil. "Kalau ada banjir, dan terjadinya di daerah padat pusat perbelan­jaan, tentu ada dampaknya. Banjir, bagaimana mau da­gang," jelas Rosan.

Rosan pun menceritakan, banjir di sejumlah ruas jalan Ibu Kota pada hari ini me­nyebabkan sejumlah kary­awan di perusahaannya tidak masuk kerja seperti biasanya. Dengan ini, artinya kinerja produktivitas perusahaan akan ikut menurun. "Jadi, memang banjir ini memang merugi­kan," kata Rosan.

Meskipun mengakui adanya kerugian yang ditimbulkan, Rosan belum mengetahui se­cara pasti, seberapa besar nilai kerugian yang diterima para pengusaha akibat banjir. Ia ber­harap, persoalan tersebut bisa ditanggulangi ke depannya.

"Kami belum tahu seberapa besar dampaknya. Belum. Tapi, tentu produktivitas akan terhambat. Ini yang menjadi hambatan," tukasnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA