Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri IndoneÂsia (Kadin) Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, banjir yang menyerang Jakarta membuat aktivitas bisnis dan perdagangan. Setidaknya ada 54 titik banjir yang tersebar di lima wilayah Jakarta, baik jalan protokol maupun pinggiran.
"Akibatnya arus lalu linÂtas macet total dan stagnan, imbasnya aktivitas usaha dan transportasi para pekerja terhambat," ujarnya kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut hasil pemantauan Kadin Jakarta, kata dia, toko-toko yang banyak yang tutup ada di kawasan Glodok dan Mangga Dua. Padahal, diÂdaerah tersebut banyak pusat grosir, seperti Glodok Jaya, Glodok Plaza, Harco Glodok, dan Glogok City. Mayoritas, toko-toko disini menjual peralÂatan elektronik dan komputer.
Sementara di Mangga Dua ada Mangga Dua Pasar Pagi, ITC Mangga Dua, Mangga Dua Harco, WTC Mangga Dua, dan Mangga Dua Square. Toko-toko disini mayoritas menjual kepeluan rumah tangÂga dan elektronik. Hal serupa juga terjadi di pusat grosir Tanah Abang, Cempaka Mas, dan Kelapa Gading.
"Total jumlah toko di kaÂwasan Harco dan Glodok tersebut mencapai 50 ribu toko. Nah, pas banjir Selasa lalu 50 persennya tutup. SeÂdangkan, yang 5o persennya buka siang hari menunggu air surut," kata Sarman.
Meskipun sebagian toko buka, tapi penjualan turun mencapai 50-70 persen. Sebab, pengunÂjungnya berkurang sekitar 70 persen akibat banjir. "KerugianÂnya capai ratusan miliar. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dampak demo," papar Sarman.
Karena itu, dia berharap, ke depan Pemprov DKI Jakarta dengan dukungan Pemerintah Pusat kudu segera membanÂgun berbagai infrastruktur mengantusipasi banjir di Ibu Kota. Apalagi, sebagai Ibu Kota Negara dan pusat perÂdagangan serta bisnis, hampir 60 persen perputaran uang secara nasional ada di Jakarta. "Gubernur mendatang harus bisa mengurangi banjir suÂpaya bisnis tidak terganggu," tukasnya.
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, banjir yang menyerang sejumÂlah kawasan Ibu Kota meÂnyebabkan kerugian, terutama bagi para pengusaha yang bergerak di sektor riil. "Kalau ada banjir, dan terjadinya di daerah padat pusat perbelanÂjaan, tentu ada dampaknya. Banjir, bagaimana mau daÂgang," jelas Rosan.
Rosan pun menceritakan, banjir di sejumlah ruas jalan Ibu Kota pada hari ini meÂnyebabkan sejumlah karyÂawan di perusahaannya tidak masuk kerja seperti biasanya. Dengan ini, artinya kinerja produktivitas perusahaan akan ikut menurun. "Jadi, memang banjir ini memang merugiÂkan," kata Rosan.
Meskipun mengakui adanya kerugian yang ditimbulkan, Rosan belum mengetahui seÂcara pasti, seberapa besar nilai kerugian yang diterima para pengusaha akibat banjir. Ia berÂharap, persoalan tersebut bisa ditanggulangi ke depannya.
"Kami belum tahu seberapa besar dampaknya. Belum. Tapi, tentu produktivitas akan terhambat. Ini yang menjadi hambatan," tukasnya. ***
BERITA TERKAIT: