Pertamina Cari Mitra Strategis

Garap Kilang Bontang

Kamis, 23 Februari 2017, 08:34 WIB
Pertamina Cari Mitra Strategis
Foto/Net
rmol news logo PT Pertamina (Persero) tengah mencari mitra strategis dan calon investor untuk mengem­bangkan proyek Grass Root Refinery (GRR) di Kota Bon­tang, Kalimantan Timur.

"Melalui proyek ini, Pertami­na diharapkan bisa mendukung program Nawacita Presiden Jokowi, sebagai upaya meningkatkan program kemandirian energi dengan mengurangi im­por BBM," tutur Direktur Mega Project Refinery & Petrochemi­cal Rachmad Hardadi dalam keterangan tertulis, kemarin.

Ia menjelaskan, para calon investor yang berminat men­jadi mitra dapat mendaftar selambat-lambatnya pada 24 Februari 2017 melalui grrbon­[email protected]. Pemi­nat harus mengirimkan detail identitas, seperti nama, jabatan, dan alamat email beserta profil perusahaan dalam format pfd.

File yang dikirim maksimum berukuran 10MB. Tempat dan waktu akan disampaikan ke­mudian pada para peserta yang mendaftarkan diri.

"Sebagai mitra, Pertamina berharap ada konsorsium yang terdiri dari perusahaan migas, trader, lender serta investor internasional dan lokal yang diketuai perusahaan migas seba­gai strategic partner," tuturnya.

Adapun persyaratannya a.l konsorsium mitra harus mem­punyai jejak rekam yang kuat di industri refinery, terutama dalam hal pelaksanaan proyek serta operational excellence, harus sesuai dengan model bisnis Pertamina, serta memi­liki komitmen untuk mem­percepat dan merampungkan proyek pada 2023.

"Kami berharap agar kemi­traan yang nantinya terbentuk, dalam pengambilan keputu­san harus tetap memperha­tikan aspek good corporate governance yang kuat, juga mengedepankan Indonesia content, sambil tetap menjaga kelangsungan bisnis. Hal yang merupakan kelaziman jika berhubungan dengan BUMN di setiap negara," paparnya.

Ia tidak menampik akan adanya modal asing mengingat besarnya kebutuhan investasi proyek tersebut. Adapun in­vestasi GRR Bontang diperkira­kan berkisar 12-15 miliar dolar AS dan ditargetkan mampu mengolah minyak mentah se­banyak 300 ribu barel per hari.

"Konsorsium yang terben­tuk dapat berperan dalam pengadaan crude atau bahan baku dan menyiapkan pendanaan. Mitra juga diharapkan dapat memasarkan produk yang tidak terserap di dalam negeri dengan mengekspornya ke pasar luar negeri seperti Australia, PNG, Selandia Baru, dan Filipina," jelasnya.

Hingga saat ini, Pertamina sudah mempunyai pengalaman positif dalam bermitra dengan pihak luar. Sebut saja, ker­jasama dengan SK Energy dari Korea Selatan dalam kegiatan kilang yang menghasilkan pe­lumas katagori Lube Base Grup III (pelumas sintetis) sejak 2007 di kilang RU II Dumai, Rosneft untuk kilang baru Tu­ban, serta Saudi Aramco untuk RDMP Kilang Cilacap.

Untuk tahap awal, Pertamina akan masuk dalam proyek kilang Bontang dengan minimal kepemilikan sekitar 5-25% dan selanjutnya mem­punyai hak atau pilihan untuk meningkatkan kepemilikan dalam periode yang akan disepakati kemudian.

Pertamina akan melakukan project expose pada 28 Febru­ari 2017 terkait rencana kemi­traan untuk merealisasikan GRR Bontang. Dalam kesem­patan tersebut, Pertamina akan menyampaikan rencana awal pengembangan proyek, profil proyek serta konsep awal dari struktur dan model bisnis yang akan diterapkan.

Pelaksanaan pembangunan kilang baru di Bontang ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri ESDM no. 7935 K/10/MEM/2016 tanggal 9 Desember 2016 yang menu­gaskan Pertamina untuk mem­bangun dan mengoperasikan kilang minyak di Bontang.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, proses seleksi mi­tra dipercepat setelah penugasan pemerintah kepada Pertamina melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 7935 K/10/MEM/2016.

"Harapan kami, partner Pertamina untuk kilang Bon­tang bisa didapatkan pada April 2017. Untuk itu, kami sedang mempersiapkan be­berapa langkah bisnis demi mengakomodasi hal tersebut," ujarnya, di Jakarta.  ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA