Pembangunan jalan tol ini terbagi dua, yakni Solo-Ngawi sepanjang 90,25 kilometer dan Ngawi-Kertosono sepanjang 87,02 kilometer. Dana pembangunan berasal dari APBN dibantu pihak swasta.
Pihak pemerintah membangun sebagian jalan tol dibangun dari Colomadu-Karanganyar yang meliputi Solo, Kartasura dan kabupaten Karanganyar sepanjang 91 kilometer. Kemudian disambung ke Ngawi oleh PT Solo Ngawi Jaya (SNJ).
Untuk Colomadu-Karanganyar progres fisik pembangunan sudah mencapai 97, 2 persen, terdiri dari 16 overpass.
Sementara PT SNJ membangun paket 1 yakni Karanganyar-Mantingan sepanjang 35,15 kilometer, yang memiliki 16 underpass, 30 overpass, dan 24 pedestrian bridge. Kini progres pembangunannya sudah 93 persen dan progres fisik sudah 73 persen.
Paket 2 menghubungkan Mantingan-Ngawi sepanjang 34,20 kilometer, meliputi 11 jembatan sungai, 22 overpass, 9 underpass, 8 pedestrian bridge.
Semua ruas tol ini menggunakan lajur lalu lintas
rigid pavement (beton).
"Masih beberapa lahan yang masih proses di pengadilan untuk pembebasan. Tapi kita targetkan untuk sampai Lebaran,
main roadnya bisa selesai," kataDirektur SNJ David Wijayanto saat melaporkan progres pembangunan tol kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Solo, Senin, (20/2).
Misalnya Kali Pepe, David mencontohkan, yang masih terkendala izin relokasi dan belum ada rekomendasi teknik karena pembangunan jalan tol akan bersinggungan dengan aliran sungai
Sementara, untuk jalan tol Ngawi menuju Kertosono sepanjang 87,02 kilometer akan dibangun oleh PT Ngawi-Kertosono Jaya.
[wid]
BERITA TERKAIT: