“Jadi kami dari Kemenko bidang Kemaritiman berinisiasi untuk berkunjung ke kota Cirebon kemudian melanjutkan ke Indramayu dalam rangka memonitor peninjauan garam terkait realisasi pembangunan gudang garam nasional yang sudah dilaksanakan teman-teman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) di beberapa lokasi, dalam rangka merealisasikan swasembada garam,†kata Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Mineral, Energi dan Non Konvensional Kemenko bidang Kemaritiman, Amalyos Amalyos berdasarkan siaran pers dari Biro Humas Kemenko Kemaritiman, Minggu (19/2).
Dalam peninjauan itu, ia melihat pembangunan gudang garam sudah rampung dan siap digunakan untuk menampung ribuan ton garam produksi.
Selain gudang garam, Kemenko Kemaritiman juga berkoordinasi dengan KKP selaku pelaksana teknis dalam rencana aksi swasembada garam. Diharapkan koordinasi tersebut bisa melahirkan payung hukum untuk strategi swasembada garam.
Pemda ataupun badan usaha lainnya, swasta, koperasi, perseorangan juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan gudang garam nasional.
Amalyos menjelaskan, partisipasi seluruh stakeholder penting mengingat target produksi garam nasional tahun 2019 adalah 4, 2 juta ton, sementara hingga saat ini kapasitas satu gudang garam ukuran yang dibangun baru sekitar 20 x 30 m2, hanya mampu menampung 2.000 hingga 2.500 ton garam. Sehingga diperkirakan lebih dari 1000 unit gudang garam yang harus dibangun secara keseluruhan di Indonesia.
Untuk pembangunan gudang garam pengelolaannya ke depan akan dilakukan oleh koperasi setempat dengan pendampingan PT Garam (persero).
"Apabila PT garam karena keterbatasan maka petani yang telah menyimpan garamnya di gudang garam, diberikan resi penerimaan garam dari pengelola yg selanjutnya resi tersebut tadi dapat dijadikan sebagai dokumen penjaminan untuk peminjaman uang di lembaga perbankan. sementara nanti harga lanjut disepakati," tutupnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: