Arcandra Ingin Tahan Produksi Minyak Tetap 800 Ribu Barel Per Hari

Banyak Sumur Tak Produktif

Sabtu, 18 Februari 2017, 09:27 WIB
Arcandra Ingin Tahan Produksi Minyak Tetap 800 Ribu Barel Per Hari
Arcandra Tahar/Net
rmol news logo Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah berupaya menahan tren laju penu­runan produksi minyak bumi. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menginginkan produksi bisa dipertahankan di angka 800 ribu barel per hari dalam lima tahun ke depan.

"Karakter Wilayah Kerja (WK) migas di Indonesia lapangan tua. Menahan angka produksi di 800 ribu barel per hari adalah upaya yang harus bisa kita lakukan agar produksi tidak menurun tajam," kata Arcandra di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, pemerintah sebetulnya ingin agar produksi minyak naik terus. Namun, pada saat ini, peri­ode antara eksplorasi hingga produksi minyak pertama semakin lama. Saat ini rata-rata waktu yang dibutuh­kan antara eksplorasi hingga produksi minyak pertama kali adalah 16 tahun.

Padahal, pada dekade 1970-an, rata-rata waktu yang dibutuhkan antara eksplorasi hingga produksi minyak per­tama kali bisa mencapai lima tahun saja.

Dia menerangkan, lamanya periode tersebut dikarenakan penyusunan rencana pengembangan lapangan migas yang menyita waktu. Ia mencontohkan, izin pengeboran minyak di Amerika Serikat (AS) bisa memakan waktu dua pekan. Namun, izin pengembangan lapangan migas di dalam negeri bisa bertahun-tahun.

"Melihat angka itu, apakah dengan target lima tahun mendatang kita bisa berharap dari produksi lapangan baru? Sehingga yang bisa kita laku­kan saat ini mengoptimalkan lapangan-lapangan migas yang ada (existing)," jelas Arcandra.

Dia mengatakan, pemerintah tengah menyusun program jangka menengah (short term program ) agar produksi lapangan migas existing tidak turun. Pro­gram ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu mengi­dentifikasi teknologi yang diperlukan, lokakarya ke Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan menyo­cokkan teknologi dengan eksekusinya.

Program ini, kata dia, se­dang disusun oleh Kemente­rian ESDM dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, program ini diharapkan sudah bisa dijalankan tahun 2018 hingga lima tahun ke depan.

"Karena kalau tidak dibuat program ini, produksi minyak Indonesia bisa di bawah 600 ribu pada tahun 2020 menda­tang," ujarnya.

Sekadar informasi, produksi minyak pada tahun lalu tercatat 831 ribu barel per hari dan gas sebesar 7.939 million cubic feet per day (MMSCFD). Angka ini lebih besar dibanding target Work Program and Bud­get SKK Migas masing-masing sebesar 817,5 ribu barel per hari dan 7.813 MMSCFD. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA