"Karakter Wilayah Kerja (WK) migas di Indonesia lapangan tua. Menahan angka produksi di 800 ribu barel per hari adalah upaya yang harus bisa kita lakukan agar produksi tidak menurun tajam," kata Arcandra di Jakarta, kemarin.
Dia menuturkan, pemerintah sebetulnya ingin agar produksi minyak naik terus. Namun, pada saat ini, periÂode antara eksplorasi hingga produksi minyak pertama semakin lama. Saat ini rata-rata waktu yang dibutuhÂkan antara eksplorasi hingga produksi minyak pertama kali adalah 16 tahun.
Padahal, pada dekade 1970-an, rata-rata waktu yang dibutuhkan antara eksplorasi hingga produksi minyak perÂtama kali bisa mencapai lima tahun saja.
Dia menerangkan, lamanya periode tersebut dikarenakan penyusunan rencana pengembangan lapangan migas yang menyita waktu. Ia mencontohkan, izin pengeboran minyak di Amerika Serikat (AS) bisa memakan waktu dua pekan. Namun, izin pengembangan lapangan migas di dalam negeri bisa bertahun-tahun.
"Melihat angka itu, apakah dengan target lima tahun mendatang kita bisa berharap dari produksi lapangan baru? Sehingga yang bisa kita lakuÂkan saat ini mengoptimalkan lapangan-lapangan migas yang ada (existing)," jelas Arcandra.
Dia mengatakan, pemerintah tengah menyusun program jangka menengah (short term program ) agar produksi lapangan migas existing tidak turun. ProÂgram ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu mengiÂdentifikasi teknologi yang diperlukan, lokakarya ke Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan menyoÂcokkan teknologi dengan eksekusinya.
Program ini, kata dia, seÂdang disusun oleh KementeÂrian ESDM dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, program ini diharapkan sudah bisa dijalankan tahun 2018 hingga lima tahun ke depan.
"Karena kalau tidak dibuat program ini, produksi minyak Indonesia bisa di bawah 600 ribu pada tahun 2020 mendaÂtang," ujarnya.
Sekadar informasi, produksi minyak pada tahun lalu tercatat 831 ribu barel per hari dan gas sebesar 7.939
million cubic feet per day (MMSCFD). Angka ini lebih besar dibanding target
Work Program and BudÂget SKK Migas masing-masing sebesar 817,5 ribu barel per hari dan 7.813 MMSCFD. ***
BERITA TERKAIT: