AP II Siapkan Investasi Rp 223 Miliar Bangun Gardu Induk Khusus 150 KV

Amankan Pasokan Listrik Di Bandara Soetta

Sabtu, 18 Februari 2017, 09:13 WIB
AP II Siapkan Investasi Rp 223 Miliar Bangun Gardu Induk Khusus 150 KV
Foto/Net
rmol news logo PT Angkasa Pura II (Persero) berencana membangun gardu induk khusus tegangan 150 kilovolt (KV) berkapasitas 2 x 60 Mega Volt Ampere (MVA) di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Pembangunan gardu ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas sistem kelistrikan Bandara Soetta.

President Director PT Ang­kasa Pura (AP) II Muham­mad Awaluddin menjelaskan, pembangunan gardu induk di kawasan Bandara Soetta guna memastikan pasokan listrik ke bandara tetap terjaga.

"Kami ingin memastikan paso­kan listrik ke bandara tetap terjaga dengan membangun gardu induk khusus bertegangan 150 KV dan berkapasitas 2 x 60 MVA," ujarnya, melalui siaran pers, di Jakarta, kemarin malam.

Pembangunan gardu induk tegangan 150 KV dan berkapa­sitas 2 x 60 MVA dengan nilai investasi sebesar Rp 233 miliar itu akan dilaksanakan oleh PT Waskita Karya Tbk dan ditar­getkan tuntas pada 2018.

Apabila gardu induk sudah beroperasi, maka aliran listrik dari gardu induk PLN akan dialirkan ke gardu induk terse­but. Kemudian diteruskan ke tiga power supply yang ada di bandara untuk mendukung kelis­trikan di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3, serta kawasan perkantoran.

Hal itu berbeda dengan skema saat ini, di mana pasokan lis­trik dari gardu induk PLN lalu dialirkan ke feeder Jakarta In­ternational Airport Cengkareng atau JIAC 1, 2, 3, dan 4. Baru kemudian ke tiga power supply di mana saat ini PLN telah me­masok listrik sebesar 65 MVA di Bandara Internasional Soetta.

Kebutuhan listrik di Bandara Soetta sampai dengan Tahun 2021 diestimasikan mencapai 135 MVA, hal ini diperlukan untuk mendukung sejumlah pembangunan infrastruktur baru bandara seperti Automated Peo­ple Mover System (APMS), Sta­siun kereta bandara, Intergrated Building, Cargo Village, Revi­talisasi Terminal 1 dan Terminal 2, Pembangunan Runway ketiga, serta pembangunan infrastruktur lainnya di kawasan bandara.

Muhammad Awaluddin men­jelaskan, PLN dan AP II te­lah menunjukkan sinergi yang baik dalam hal penyediaan pasokan Listrik untuk kegiatan kebandarudaraan sejak tahun 1984 saat bandara ini pertama kali beroperasi.

Sinergi ini akan ditingkatkan dalam hal penyediaan pasokan utama listrik melalui Gardu Induk Khusus dan JIAC 1, 2, 3, dan 4 nantinya berperan se­bagai back up, sehingga akan membuat sistem kelistrikan di bandara handal serta dapat cepat melakukan antisipasi apabila ada gangguan.

"Pembangunan gardu induk khusus ini juga bertujuan un­tuk mendukung operasional Terminal 3, di mana ketika sudah beroperasi penuh dibu­tuhkan listrik hingga 30 MVA khusus untuk Terminal 3," ung­kap Awaluddin.

Peningkatan pelayanan lain­nya, msing-masing terminal di Bandara Soetta akan dileng­kapi main power station (MPS) untuk mempermudah pengaturan arus pendistribusian kelistrikan di terminal-terminal.

Saat ini baru terdapat satu MPS untuk mengatur pendistri­busian listrik di seluruh kawasan bandara.

Ia menambahkan, pembena­han kelistrikan juga dilakukan melalui penerapan digitalisasi dengan mengimplementasikan sistem SCADA atau Supervisory Control and Data Acquisition.

"SCADA memungkinkan kami untuk membangun satu tempat khusus sebagai pusat in­formasi dan pemantauan seluruh sistem kelistrikan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, sehingga kami dapat lebih cepat mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan serta men­jalankan langkah kontingensi untuk menanggulangi gang­guan," katanya.

Ia memaparkan melalui pem­bangunan gardu induk khusus, lalu pembangunan main power station untuk masing-masing terminal, serta implementasi SCADA, maka PT Angkasa Pura optimistis sistem kelistrikan se­makin handal untuk mendukung operasional dan peningkatan pe­layanan di Bandara Internasional Soetta, Tangerang. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA