Kepala Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar mengungÂkapkan, kegiatan penangkaÂpan ikan di dunia mengalami
over eksploitasi. Sehingga, jika tidak dilakukan antisipasi maka perikanan di wilayah Indonesia akan terancam.
"Kebutuhan ikan naik, dan kompetisi menangkap ikan kian tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, saya setuju denÂgan pandangan banyak orang bahwa tuna kita terancam," ujar Zulficar dalam diskusi berÂtajuk Tuna Indonesia Dalam Ancaman, Jakarta, kemarin.
Dia menuturkan, ikan tuna merupakan jenis ikan yang harus dikelola penangkapannya. Karena, tuna jenis ikan yang mudah berpindah-pindah.
Menurut Zulficar, pencurian dan penangkapan ikan dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan menjadi penyebab permintaan ikan dunia meningkat. Karena, populasi ikan alami penurunan.
Dia menegaskan, pemerinÂtah akan terus memberantas kapal maling ikan di Indonesia. Meskipun, banyak dari mereka yang telah ditenggelamkan tetapi tidak kapok.
"Kapal ilegal yang melakuÂkan penangkapan di peraiÂran Indonesia sangat banyak. Jumlahnya mencapai ribuan. Tapi kami konsisten akan terus menenggelamkan kapal-kapal asing yang beroperasi secara ilegal," ungkapnya.
Dia menyebutkan dalam waktu dekat ini akan menengÂgelamkan 90 kapal asing ilegal lagi. Kapal itu hasil penindaÂkan periode Agustus hingga Desember 2016.
Sementara Peneliti KK dan Koordinator Nasional Tim kajian Tuna pada
the Western and Central Pacific Fisheries Commission dan
Indian Ocean Tuna CommisÂsion (IOTC) Fayakun Satria mengatakan, terdapat tiga jenis tuna yang menjadi khas tangkap di perairan Indonesia yaitu jenis Skipjack, YellowÂfin, dan Bigeye. Menurutnya, populasi jenis tuna Yellowfin yang paling rawan.
"Untuk Yellowfin tuna haÂsil tangkapan 407.500 ton, sementara potensi lestarinya 406.000 ton. Jadi potensi itu, jumlah ikan yang ada di laut itu indukannya itu 406.000 ton. Jadi yellowfin sudah dalam tahap merah, yaitu berlebihan ditangkapnya," katanya.
Fayakun mengatakan, menuÂrunnya jumlah populasi tuna disebabkan maraknya pencuriÂan ikan. Sementara untuk tuna jenis Skipjack, menurutnya, masih dikategorikan aman.
Dia mendukung langkah pemerintah memberantas kapal pencuri ikan. Karena, menjaga kedaulatan negara merupakan langkah penting untuk negara bisa memanfaatkan sumber dayanya sendiri.
Sebelumnya, Menteri KeÂlautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan pemerintah menambahkan anggaran untuk memperkuat pemberantasan pencurian ikan. ***
BERITA TERKAIT: