Angkasa Pura I Tunggu Izin Kemenhub & TNI AU

Sultan Minta Jam Operasional Bandara Adisutjipto Diperpanjang

Jumat, 17 Februari 2017, 08:54 WIB
Angkasa Pura I Tunggu Izin Kemenhub & TNI AU
Foto/Net
rmol news logo Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta PT Angkasa Pura (AP) I Persero memperpanjang jam operasional Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Perpanjangan waktu ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Kota Gudeg tersebut.

Communication Depart­ment Head Angkasa Pura Airports Ida Bagus Ketut Juliadnyana mengatakan, perpanjangan jam operasional di Bandara Adisutjip­to Yogyakarta memungkinkan di­lakukan asalkan ada persetujuan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan TNI Angkatan Udara (AU) sebagai pemilik lahan Bandara Adisutjipto.

"Opsi ini sebenarnya sudah kita rencanakan, namun harus melewati dua izin tersebut. Ka­lau salah satunya tidak merestui (Kemenhub atau TNI AU -Red) ya nggak bisa kita perpanjang jam operasionalnya," kata Bagus kepada Rakyat Merdeka.

Sambil menunggu pembangunan Bandara Kulon Progo rampung, lanjut Bagus, langkah yang dilaku­kan AP I adalah menambah jumlah penerbangan ke Yogyakarta.

Namun langkah ini menurut­nya bukan tanpa kendala. Selama ini banyak maskapai yang mau menambah jadwal penerbangan ke Yogyakarta namun memilih jadwal di Golden Time atau jam penerbangan yang ideal seperti pagi dan sore hari.

"Karena banyak berebut Gold­en Time, ya slot di jam tersebut penuh, sehingga kita sulit nam­bah slot lagi," papar Bagus.

Karena itu, ke depan AP I berencana memberikan tarif berbeda bagi maskapai pener­bangan yang mau menambah jumlah penerbangannya ke Yog­yakarta di luar Golden Time.

Dengan langkah ini, kata Bagus, Bandara Yogyakarta diklaim masih mampu melayani peningkatan penumpang dalam dua tahun ke depan.

"Kalau kita lihat trafiknya, langkah ini bisa melayani pen­ingkatan penumpang dua tahun ke depan. Sambil kita percepat pembangunan Bandara Kulon Progo," tegas Bagus.

Corporate Secretary PT Angka­sa Pura I (Persero) Israwadi me­nambahkan, sebetulnya sudah ada surat dari Menteri Perhubungan yang ditujukan kepada Kepala Staff Angkatan Udara (KASAU) untuk penambahan jam opera­sional di Bandara Adisutjipto.

"Sudah ada surat dari Menteri Perhubungan untuk penambahan operating hours karena Bandara Adisutjipto enclave sipil dari jam 05.00 sampai dengan 21.00 menjadi jam 05.00 sampai den­gan jam 24.00," jelas Israwadi.

Menurutnya, jika penambahan waktu ini disetujui KASAU dan Kemenhub, diproyeksikan jumlah penumpang bertambah. "Target kami di 2017 penumpang menjadi 7.888.113, ini tentu akan terlampui dengan adanya penambahan oper­ating hours tersebut," tuturnya.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta AP I meningkatkan kedatangan wisatawan ke Yogyakarta den­gan menambah jam operasional. Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu selesainya Bandara Kulon Progo.

"Masih ada jeda antara saat ini hingga bandara baru tersebut resmi beroperasi, sekitar 2 tahun lagi. Karena itu, saya meminta untuk Bandara Adisutjipto di­maksimalkan," ujarnya di Yog­yakarta, kemarin.

Menurut Sultan, minat masyarakat untuk ke Yogyakarta menggunakan pesawat terbang sebenarnya sangat besar. Sejum­lah maskapai juga sudah berusaha mengajukan penambahan jadwal penerbangan. Hanya saja karena kapasitas bandara yang terbatas, maka keinginan maskapai terse­but tidak bisa dipenuhi.

"Ke depan kita meminta agar pengelola menambah jam opera­sional dari tutup pukul 21.00 WIB menjadi 24.00 WIB," ujar Sultan.

Ia menyebut, sejumlah maska­pai sudah menyanggupi untuk op­erasional hingga malam. "Kalau ini bisa disetujui, saya kira sangat bagus. Tidak ada lagi warga Yogyakarta yang menginap di Jakarta," terang dia. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA