Faisal terang-terangan menyebut salah satu menteri yang membahayakan posisi presiden yaitu Menteri BUMN, Rini Sumarno.
"Rini Sumarno sudah bikin ulah berulang kali, tapi tak diganti-ganti. Ada apa ini?" tanya Faisal saat membahas Holding BUMN di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Senin (13/2).
Faisal menenggarai, niat utama holding BUMN ingin menjadikan Pertamina sebagai induk pengelolaan migas negara dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai anak perusahaannya.
"Ini bahaya sekali, agar PGN jadi anak perusahaan Pertamina, karena di masa depan gas menjadi sangat menjanjikan," jelas Faisal.
Jika holding BUMN terjadi, Faisal khawatir justru akan menimbulkan masalah, apalagi BUMN sektor keuangan yang di-holding. Faisal mengingatkan, setiap BUMN memiliki karakteristik dan sejarah yang berbeda-beda.
"Negara ini nggak konsisten ngurusin BUMN. Ini persaingan tidak sehat, kementerian BUMN mengarahkan pengadaan aset dari sesama BUMN lewat holding," kritik mantan ketua Tim reformasi Tata Kelola Migas ini.
[wid]
BERITA TERKAIT: