Perusak Citra Bumiputera Bakal Disomasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 01 Februari 2017, 18:58 WIB
Perusak Citra Bumiputera Bakal Disomasi
rmol news logo Pengelola Statuter (PS) Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) berencana melakukan somasi kepada sejumlah pihak yang kerap 'merecoki' upaya penyelamatan pemegang polis. Pihak yang akan disomasi antara lain mantan komisaris independen AJB Bumiputera Irvan Rahardjo dan salah satu pemegang polis Jaka Irwanta.

"PS sudah menyiapkan tim hukum untuk mensomasi," kata PS AJBB Bidang SDM, Umum dan Komunikasi, Adhie Massardi kepada wartawan di sela acara sosialisasi dan konsolidasi Bumiputra di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/2/2017).

Adhie menjelaskan, somasi akan dilayangkan kepada Irvan Rahardjo dan Jaka Irwanta untuk mengingatkan bahwa pernyataan-pernyataan yang disampaikan keduanya di media berdampak pidana bila terus dilanjutkan. Sementara, upaya PS yang ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menunaikan kewajiban AJBB terhadap 6,5 juta pemegang polis sudah berhasil dilakukan sehingga hak-hak para pemegang polis tersebut bisa terjamin.

"Semua sudah sesuai aturan, sudah diuji, dan sudah diaplikasi. Untuk memulusukan penyelamatan pemegang polis harus berjalan tanpa gangguan," kata Adhie.

Adhie menengarai Jaka Irwanta membuat pernyataan-pernyataan negatif soal Bumiputera didasari rasa sakit hati karena uang sebesar Rp 4,9 miliar yang dimintanya urung dipenuhi pihak Bumiputera. Menurut tagihan yang disampaikan Jaka kepada Bumiputera, uang tersebut untuk membayar kerja-kerja dirinya bersama tim mengajukan Judicial Review Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kemudian, dalam putusannya, MK menolak judicial review tersebut.

"Kita tidak mau bayar karena legal standing dia sebagai penagih tidak ada. Misalnya penunjukan awal dari Bumiputera. Padahal, tugas PS adalah mengamankan setiap rupiah yang masuk dan mempertanggungjawabkannya. Kalau PS bertindak seenaknya, tentu sangat tidak bagus," papar Adhie.

Adapun Irvan Rahardjo, sebut Adhie, tidak punya standing moral untuk megeritik PS dalam membenahi Bumiputera. Sebab, kesemerawutan pengelolaan yang terjadi di Bumiputera dan permasalahnya kini sedang diatasi oleh PS, muncul justru saat Irvan menjabat komisaris periode 2012-2013.

"Saat itulah awal Bumiputera terjadi mismanajemen,"katanya.

Adhie menyampaikan, dirinya menerima laporan dari lapangan jika berita-berita negatif yang bersumber dari Irvan dan Jaka tersebut telah digunakan oleh para agen pesaing untuk menjatuhkan AJB Bumiputera. Terkait hal ini, kata dia, PS akan menyampaikannya ke Asosiasi Asurasi Jiwa Indonesia (AAJI).

"Berita-berita yang negatif ini dilaminating oleh agen kompetitor. Di institusi tidak mengganggu tapi di lapangan sangat mengganggu. Akan menganggu di pasar terutama dalam penarikan premi lanjutan. Karenanya sikap kita akan melakukan somasi terutama kepada dua orang itu yang teridentifikasi," demikian Adhie.

Acara sosialisasi dan konsolidasi sendiri diikuti sejumlah regional manajer AJB Bumiputera, diantaranya Jateng 1, Jatim 1, Jatim 2, Jatim 3, Bali dan NTB, NTT dan Kalimantan 2.

Adhie berada di Surabaya didampingi Wakil Kordiantor PS bidang Hukum dan Pengawas Internal, Mayjen (Purn) Sriyanto Muntasram. Sementara besok (Kamis, 2/2) Adhie melakukan kegiatan yang sama di Makassar. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA