Tingkatkan Kinerja, Pertamina Target Laba Bersih USD 3 Miliar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 30 Januari 2017, 16:08 WIB
Tingkatkan Kinerja, Pertamina Target Laba Bersih USD 3 Miliar
Net
rmol news logo PT Pertamina (Persero) berfokus pada upaya pencapaian target yang telah dicanangkan pemegang saham, dewan komisaris, dan direksi dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menjelaskan, sepanjang tahun ini, pihaknya akan melakukan efisiensi segala lini, peningkatan kinerja operasi yang memperhatikan aspek health, safety, security, dan environment (HSSE), dan memastikan realisasi berbagai investasi secara tepat waktu dan sasaran. Selain juga melakukan penyiapan sumber daya manusia yang andal.

"Direksi Pertamina dan jajaran manajemen perusahaan fokus dan punya tekad yang sama untuk dapat mencapai target-target yang telah dicanangkan oleh pemegang saham pada tahun ini. Dengan kekuatan yang solid, kami yakin mampu merealisasikan target tersebut," ujar Dwi dalam keterangannya, Senin (30/1).

Menurut Dwi, tahun 2016 lalu, Pertamina memproduksi migas sebanyak 656.000 barel setara minyak per hari, terdiri atas 313.000 barel minyak per hari dan 1,99 bscfd gas. Tahun ini, menaikkan target produksi menjadi 669 barel setara minyak per hari yang terdiri atas 333.000 barel minyak per hari dan 2,08 bscfd gas. Adapun, kapasitas panas bumi Pertamina tahun ini ditargetkan mencapai 617 MW bertambah signifikan dibandingkan tahun 2016 sebesar 512 MW, karena beberapa proyek panas bumi sudah selesai.

Dari aspek pengolahan, Pertamina bertekad dapat meningkatkan peran kilang dengan mengurangi unplanned shutdown dan meningkatkan yield valuable product. Tahun ini, Pertamina menaikkan target yield valuable product menjadi 79 persen atau lebih tinggi dari target yang dicanangkan dalam RKAP 2017 sekitar 77 persen.

Mega proyek pengolahan dan petrokimia juga akan memulai tahapan yang signifikan tahun ini dengan dilakukannya peletakan batu pertama beberapa proyek kilang, yaitu RDMP RU V Balikpapan, RDMP RU IV Cilacap, dan NGRR Tuban sepanjang 2017. Ketiganya ditargetkan selesai dalam rentang waktu 2019, 2021, dan 2022 dengan hasil produksi yang memenuhi spesifikasi Euro 5. Adapun, RDMP RU VI Balongan yang akan dilaksanakan secara independen oleh Pertamina ditargetkan selesai pada 2020, dan akan memulai kegiatan basic engineering design (BED) pertengahan 2017.

Sedangkan fokus utama bidang pemasaran, setelah sukses meluncurkan berbagai varian produk yang mendapat respon positif konsumen, Pertamina akan mempertahankan volume penjualan bahan bakar minyak (BBM) retail non subsidi di atas 45 juta kiloliter dalam setahun.

"Tahun ini juga akan menjadi ujian bagi Pertamina untuk mendukung program pemerintah berupa BBM satu harga, dan juga pendistribusian Elpiji tiga kilogram tepat sasaran. Termasuk penyiapan infrastruktur yang dibutuhkan," jelas Dwi.

Pertamina pun menargetkan penjualan gas perusahaan secara total sebesar 1.179.000 BBTU dalam setahun. Setelah menuntaskan beberapa proyek infrastruktur gas, seperti pipa Arun-Belawan-KIM-KEK sepanjang 482 kilometer, Muara Karang-Muara Tawar (30 kilometer), Porong-Grati (56 kilometer). Tahun ini fokus menyelesaikan pipa transmisi gas open access Gresik-Semarang sepanjang 271 kilometer.

"Untuk merealisasikan berbagai proyek dan upaya mencapai target-target operasional perusahaan tersebut, Pertamina akan belanja modal sebesar USD 6,67 miliar. Dengan peningkatan kinerja operasional, efisiensi di segala lini dan memperhatikan tren perkembangan harga minyak dunia, Pertamina menargetkan laba bersih perusahaan pada tahun 2017 sekitar USD 3 miliar," demikian Dwi. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA