"Misinya HKTI adalah memajukan petani, menyejahterakan petani, juga menuju kedaulatan pangan nasional," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional HKTI Mahyudin dalam acara buka puasa bersama di Senayan Golf Club, Jakarta, Minggu (19/6).
Menurutnya, HKTI turun langsung membina kelompok tani dengan melakukan modernisasi alat pertanian. Dengan hasil melimpah dibantu proses produksi menggunakan teknologi petani Indonesia bisa lebih mandiri dan sejahtera.
"Data Kementerian Pertanian, dengan bantuan mesin bisa menekan biaya produksi hingga 40 persen. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi produk-produk pertanian dari luar yang membanjiri negara kita, karena produk pertanian kita sudah lebih murah, lebih efisien. Secara otomatis tidak marketable lagi bagi pasar luar negeri ke Indonesia," jelas Mahyudin.
Dia menambahkan, petani Indonesia kalah dalam hal pemanfaatan teknologi. Karenanya, tidak heran jika produk pertanian dari luar negeri lebih mudah bersaing di pasar lokal dengan harga murah lantaran diproduksi menggunakan bantuan mesin modern.
"Saya kira ke depan kita pasti bisa swasembada daging dan tidak perlu tergantung pada daging impor karena produksi bisa lebih murah," papar Mahyudin.
HKTI sendiri menjembatani dengan pemerintah untuk membantu petani seperti dalam hal penyediaan benih, pembuatan kandang, sampai lahan untuk menanam rumput.
"Pertanian, nanamnya tidak harus lagi bajak pakai kerbau, mungkin ke depan nanam pakai traktor, panennya pakai traktor. Pasti biayanya bisa lebih murah, kemudian produktivitasnya bisa ditingkatkan lebih baik lagi di masa mendatang," tegas Mahyudin yang juga wakil ketua MPR RI.
[zul]
BERITA TERKAIT: