TINGGINYA HARGA DAGING

Ribuan Sapi Dari Australia Hampir Tiada Gunanya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 11 Juni 2016, 07:47 WIB
Ribuan Sapi Dari Australia Hampir Tiada Gunanya
ilustrasi/net
rmol news logo Untuk menekan harga daging sapi di masa Ramadhan dan jelang Idul Fitri ini, pemerintah sudah mendatangkan 3.876 ekor sapi dari Australia yang tiba di Jakarta dua hari lalu.

Sayangnya, kebijakan itu masih ditanggapi pesimis oleh kalangan Komisi IV DPR. Impor sapi dianggap belum tentu bisa membuat harga daging menurun ke Rp 80 ribu per kilogram jelang Lebaran seperti yang diperintahkan Presiden Joko Widodo.

Yang saya dengar, sapi (impor) butuh waktu dua bulan untuk penggemukan. Kalau penggemukan dilakukan selama itu, ya lewat sudah Lebaran-nya. Artinya, impor bukan solusi," kata anggota Komisi IV DPR, Firman Subagyo kepada wartawan.

Sebanyak 3.876 sapi impor dari Australia itu sudah sampai di Darmaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan Kapal Galloway Express Kamis (9/6). Sapi itu kemudian diangkut dengan ratusan truk yang datang dari tempat penggemukan dan rumah potong hewan di Teluk Naga, Tangerang.

Kalau mau menekan harga, lanjut Firman, seharusnya pemerintah mendatangkan sapi yang siap potong atau mengimpor daging beku.

Namun, cara itu pun masih belum tentu menjadi jalan keluar. Sebab, masyarakat Indonesia masih kurang familiar dengan daging beku. Masyarakat lebih senang membeli daging segar.

"Karena itu, saya yakin gejolak harga masih akan terjadi," ucap politisi senior Golkar ini. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA