Sayangnya, kebijakan itu masih ditanggapi pesimis oleh kalangan Komisi IV DPR. Impor sapi dianggap belum tentu bisa membuat harga daging menurun ke Rp 80 ribu per kilogram jelang Lebaran seperti yang diperintahkan Presiden Joko Widodo.
Yang saya dengar, sapi (impor) butuh waktu dua bulan untuk penggemukan. Kalau penggemukan dilakukan selama itu, ya lewat sudah Lebaran-nya. Artinya, impor bukan solusi," kata anggota Komisi IV DPR, Firman Subagyo kepada wartawan.
Sebanyak 3.876 sapi impor dari Australia itu sudah sampai di Darmaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan Kapal Galloway Express Kamis (9/6). Sapi itu kemudian diangkut dengan ratusan truk yang datang dari tempat penggemukan dan rumah potong hewan di Teluk Naga, Tangerang.
Kalau mau menekan harga, lanjut Firman, seharusnya pemerintah mendatangkan sapi yang siap potong atau mengimpor daging beku.
Namun, cara itu pun masih belum tentu menjadi jalan keluar. Sebab, masyarakat Indonesia masih kurang familiar dengan daging beku. Masyarakat lebih senang membeli daging segar.
"Karena itu, saya yakin gejolak harga masih akan terjadi," ucap politisi senior Golkar ini.
[ald]
BERITA TERKAIT: