Menurutnya, ada sejumlah cara dan langkah proaktif untuk mengatasi kenaikan sejumlah komoditas pangan di bulan ramadhan.
"Catatan Partai Demokrat adalah setiap solusi dan kebijakan stabilisasi harga hendaknya rasional dan memahami hukum-hukum ekonomi agar langkah pemerintah tidak kontra-produktif dan tidak menjadi bahan pergunjingan masyarakat," terang dia dalam acara buka puasa bersama di kediamannya, kawasan Cikeas, Jawa Barat, Jumat (10/6).
SBY mengakui kalau langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi gejolak harga kebutuhan pokok saat ini sudah tepat. Walau begitu, dia merasa upaya yang ditempuh tidak sebatas mengatasi meroketnya harga daging sapi dan gula pasir.
"Meningkatkan daya beli rakyat antara lain melalui penciptaan lapangan pekerjaan yang baru di sektor riil juga diperlukan," terang Presiden RI kelima itu.
Dia menambahkan, jika penciptaan lapangan kerja menjadi tujuan, seyogyanya kebijakan pemerintah juga pro-penciptaan lapangan pekerjaan.
"Memberikan beban yang berlebihan kepada perusahaan, termasuk menggenjot pajak di kala sektor riil sedang lemah, bukanlah solusi yang tepat. Dalam keadaan ekstrim, bantuan sosial kepada masyarakat diperlukan," jelas SBY.
"Ketika saya memimpin Indonesia dan beberapa kali ada tekanan atas daya beli rakyat, bantuan langsung tunai adalah solusi. Meskipun saya dikritik dan diserang bertubi-tubi, kenyataannya kebijakan itu sangat membantu rakyat tak mampu dalam keadaan susah."
[sam]
BERITA TERKAIT: