"Kami sangat menghargai kehadiran dan kontribusi Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN, dalam KTT G-7 Outreach," ucap PM Abe mengawali pembicaraan.
Dalam rilis resmi kepresidenan, pertemuan mereka digambarkan berlangsung terbuka dan sangat bersahabat.
Kedua kepala negara membahas berbagai isu penting dan berniat meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negaranya.
Salah satu kerjasama yang dibahas adalah pembangunan pelabuhan Patimban di Jawa Barat. Dalam hal ini Jokowi telah menunjuk Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebaga
i focal point untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut.
Hal lain yang dibahas dalam pertemuan ini adalah kerjasama pembangunan proyek listrik di Batang dan rencana pembangunan jalur kereta api lintas utara Pulau Jawa.
Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Abe hari ini tercatat sebagai pertemuan keempat dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Terakhir kali Jokowi dan Abe bertemu adalah di sela KTT ke -27 ASEAN di Kuala Lumpur. Hal ini mencerminkan komitmen kuat dua negara untuk memajukan kerja sama.
Sebagai gambaran, kerjasama bidang perdagangan pada periode 2015, volume perdagangan Indonesia-Jepang tercatat sebesar US$ 31,27 miliar, dengan nilai ekspor sebesar US$ 18,01 miliar dan impor sebesar US$ 13,26 miliar. Sementara di bidang investasi, Jepang merupakan peringkat tiga terbesar investor di Indonesia dengan US$ 2,87 miliar di 2.030 proyek. Total wisatawan Jepang ke Indonesia sebesar 486.687 orang per tahun 2014.
Dalam pertemuan dengan PM Abe, Presiden Jokowi didampingi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra, bersama para menteri kabinet kerja.
[ald]
BERITA TERKAIT: