Para calon pengusaha muda juga mesti memahami dunia yang berubah sangat cepat, dalam hitungan jam bahkan menit.
"Kemajuan teknologi membuat dunia sekarang seolah tanpa batas. Berjualan kadang sudah tidak lagi di pasar atau mal, melalui
e-commerce,
on line store," ujar Jokowi kala menghadiri Jambore Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi Se-ASEAN di Telkom University Convention Hall, Bandung, Senin (23/5).
Menurut Jokowi, rantai pasokan bahan baku, produk, dan jasa saat ini sudah menjadi sangat global.
"Sudah tidak bisa kita batasi. Apalagi dengan sosial media, semuanya menjadi serba terbuka dan tersajikan secara cepat. Sudah tidak bisa kita bendung lagi," kata Presiden.
Dalam situasi perubahan seperti ini, kata Presiden, pilihannya hanya dua. Menjadi terbuka atau menutup diri.
"Buat saya, kita harus berani terbuka dan kita harus yakin dengan terbuka itu kita menjadi lebih baik. Artinya terbuka kita harus berani berkompetisi, bertarung," kata dia.
Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Jokowi mengaku tetap menjalin kerjasama dengan para pemimpin regional. Setiap dua bulan dirinya bertemu dengan Kepala Negara dari ASEAN.
Tapi meski bergandengan tangan, Jokowi ingatkan bahwa mereka adalah pesaing Indonesia.
"Ini perlu saya ingatkan, meskipun yang hadir di sini adalah 140 pengusaha muda dari ASEAN. Saya ingatkan bahwa selain kawan, mereka adalah pesaing kita," pesan Presiden.
[ald]
BERITA TERKAIT: