Itu terjadi saat ia menghadiri Jambore Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi Se-ASEAN di Telkom University Convention Hall, Bandung, Senin (23/5).
Jokowi sempat memuji sambutan yang disampaikan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI, Bahlil Lahadalia.
"Semangatnya luar biasa dan saya senang bisa hadir di tengah anak-anak muda dan para pengusaha muda, karena dulu saya pernah menjadi anggota HIPMI," ungkap Jokowi.
"Semangatnya kencang banget, kadang remnya blong," tambahnya.
Jokowi juga mengaku sempat mengalami ketidakberhasilan saat menjadi pengusaha.
"Saya mengalami rem blong tiga kali," kata Presiden.
Setelah mengalami ketidakberhasilan sebanyak tiga kali, barulah usaha yang dirintisnya menuai keberhasilan.
Berbekal pengalamannya, Jokowi kemudian memberi kiat-kiat kepada peserta jambore untuk memulai langkah jadi pengusaha.
"Jika ingin menjadi pengusaha, jangan mikir dulu. Terjuni dulu dan jalani," ucap Jokowi.
Jokowi meminta para pengusaha muda tidak putus asa jika bisnisnya gagal. Setiap kegagalan harus diatasi agar bisa bangkit dan tidak mengulangnya.
"Kalau jatuh, bangkit lagi, harus seperti itu," ujar Presiden.
Menurut Jokowi, sifat mudah menyerah ketika memulai usaha itulah penyebab rendahnya jumlah pengusaha di Indonesia.
"Kenapa kita baru 1,6 persen yang jadi pengusaha, padahal di negara yang lain di lingkup ASEAN lebih dari 4 persen. Ketakutan kita bersaing, berkompetisi," terang Presiden.
Meski begitu, presiden meyakini bahwa pengusaha muda Indonesia saat ini adalah mereka yang tangguh dan bukan jago kandang.
"Petarung-petarung yang tangguh dan siap menang bukan jadi pecundang," tutur Presiden.
[ald]
BERITA TERKAIT: