Dalam rilisnya, Bupati Murung Raya, Perdie M Yoseph, menyatakan pihaknya sangat tertarik bila diberi kesempatan untuk memiliki sebagian saham di BHP Billiton. Minat itu mengingat dari tujuh konsesi PKP2B yang diterbitkan oleh pemerintah pusat yaitu PT. Lahai Coal, PT. Ratah Coal, PT. Joloi Coal, PT. Pari Coal, PT. Sumber Barito Coal, PT. Kalteng Coal dan PT. Maruwei Coal yang berada di Murung Raya mencakup area 265.947 hektare, dengan total cadangan batubara mencapai 1,2 milliar ton, termasuk yang terbesar di dunia.
IMC melakukan eksplorasi sejak tahun 1997, dan baru melakukan produksi dan penjualan komersial batubara perdana pada september 2015 melalui satu perusahaan yaitu PT. Lahai Coal.
"Pemerintah daerah berkepentingan bila BHP Billiton positif melepas seluruh saham di PT IMC," tegas Perdie, Kamis (12/5).
Ia mengatakan, sesuai amanat UU Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Minerba, Pemda dapat terlibat dalam pengelolaan Tambang. Bab IV pasal 6 ayat (1) Huruf N, UU Minerba juga menegaskan "Kewenangan Pemerintah dalam pengelolaan pertambangan mineral dan batubara, antara lain, adalah pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pengelolaan pertambangan mineral dan batubara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah.
Ia juga berharap tambang-tambang batubara milik BHP Billiton melalui IMC secara manajemen lebih transparan atas rencana divestasi yang dimaksud sehingga dapat diketahui oleh publik dan tentunya dapat memberikan dampak domino positif baik bagi masyarakat lokal maupun nasional.
Dikonfirmasi terpisah, Director of Corporate Affairs BHP Billiton, Imelda Adhisaputra, enggan menanggapi perihal kabar persetujuan penjualan saham BHP ke Pemda Murung Raya. Namun yang jelas BHP tengah melakukan peninjauan terhadap proyek-proyek yang ada di dunia, termasuk di Indonesia.
Sementara itu, sebelumnya Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA), Syahrir, mengatakan setuju jika Pemda Murung Raya memperoleh saham melalui penyertaan modal. Caranya dengan langsung beli atau bisa juga membeli dengan diperhitungkan dari dividen yang ditahan.
[ald]
BERITA TERKAIT: