Hal itu berdasar fakta bahwa banyak daerah yang belum siap pada akhirnya hanya akan menjadi penonton di negerinya sendiri.
"Pemerintah pusat harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi MEA,†kata Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad, di Jakarta, Senin (2/5).
Senator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengaku tidak melihat ada kesiapan serius dari daerah-daerah menghadapi MEA. Bahkan banyak pemerintah daerah belum memiliki program menghadapi era MEA.
Memang ada beberapa pemerintah daerah yang serius mempersiapkan warganya menghadapi MEA dengan berbagai program dan kita hargai itu. Tetapi masih banyak yang tidak punya program jelas," katanya.
Hal utama yang harus disiapkan Pemerintah Daerah terkait MEA adalah membangun sumber daya manusia (SDM) yang handal. Upaya itu pun butuh keterlibatan pemerintah pusat.
Menjawab pernyataan Farouk, salah satu kepala daerah, Rano Karno, menerangkan bahwa daerahnya yaitu Provinsi Banten sudah menggulirkan Teaching Factory (Tefa) sebagai embrio terbentuknya technopark edukasi.
Dinas Pendidikan Provinsi Banten sebagai leading sector pendidikan di Banten telah mengembangkan 6 SMK yang ada di Provinsi Banten untuk menciptakan produk antara lain hand tractor untuk petani, mesin tempel tenaga gas untuk nelayan dan tools kit untuk membantu perbengkelan.
Teaching Factory adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang menjembatani antara institusi sekolah berbasis life skill dengan kebutuhan dunia industri, sehingga dengan pendekatan seperti ini SMK di Banten bisa ikut terlibat dalam pengembangan industri yang pada akhirnya menyiapkan mereka untuk berperan aktif di dalam MEA.
Menurut Rano, teaching factory merupakan perpaduan pembelajaran yang sudah ada yaitu Competency Based Training (CBT) dan Production Based Training (PBT), dalam pengertian bahwa suatu proses keahlian atau keterampilan dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar atau konsumen.
Dalam pengertian sederhana, teaching factory adalah pembelajaran berorientasi bisnis dan produksi. Proses penerapan program teaching factory adalah dengan memadukan konsep bisnis dan pendidikan kejuruan sesuai dengan kompetensi keahlian yang relevan.
[ald]
BERITA TERKAIT: