Sebab, bonus demografi yang terjadi pada tahun 2020 mendatang, perlu diimbangi dengan kesiapan dari masyarakat dalam upaya agar industri tersebut mampu mengalami pertumbuhan.
"Masyarakat perlu diedukasi, terlebih para orang tua dan siswa agar tahu bahwa sekarang banyak ragam profesi baru yang bisa menjadi alternatif dalam memperoleh sumber penghidupan," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fikri Faqih mengutip rilis tertulisnya (Jumat, 29/4).
Hal ini juga disampaikan Fikri dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Bekraf di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.
Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX ini juga menegaskan seharusnya industri kreatif yang berkembang saat ini tidak terbatas pada sektor kuliner dan fashion saja. Tetapi kerajinan, game, musik, perangkat lunak, periklanan hingga industri berbasis sosial media menurutnya juga perlu dikembangkan.
Selain itu, Fikri juga menyoroti banyaknya televisi yang menayangkan tayangan yang diimpor dari India maupun Turki. Menanggapi fenomena tersebut, Fikri mendorong agar Bekraf juga berfokus pada industri kreatif berbasis ekspor agar lebih berkontribusi secara siginifikan bagi perekonomian dan budaya Indonesia.
[wid]
BERITA TERKAIT: