Perhelatan tersebut merupakan acara tiga tahunan yang tidak kalah bergengsi seperti World Gas Congress (WBC). Selain pameran, LNG 18 juga diisi dengan konferensi yang dihadiri berbagai pembicara dari berbagai industri terkemuka di dunia.
LNG 18 memiliki arti penting. Pasalnya, seiring turunnya harga minyak, bisnis LNG dan gas memasuki periode yang penuh tantangan. Selain bertukar pengalaman, para pelaku bisnis LNG juga membahas langkah-langkah optimisasi yang dapat dilakukan ke depan. Selain itu, mereka juga membahas bersama peluang bisnis yang ada serta memproyeksikan tren ke depan bagi neraca energi dunia.
Dalam ajang tersebut, Pertamina menempati stand seluas 10 x 6 meter persegi. Menariknya, Pertamina juga mengusung konsep nilai-nilai asli tradisional budaya Jawa. Tak heran, nuansa batik sangat kental dalam stan Pertamina.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, LNG 18 memiliki arti penting bagi Pertamina. Sebab, selain sangat terorganisasi, ajang tersebut juga didukung kesiapan panitia yang baik. Bisa dilihat dari jumlah sponsor dan peserta yang cukup banyak dan selalu meningkat setiap tahun.
"Saya berharap Pertamina dan Pertagas selalu hadir dalam ajang-ajang internasional seperti ini. Acara ini penting untuk memperluas konektivitas bisnis dan jaringan di bidang LNG. Dengan demikian, Pertamina dan Pertagas selalu update perkembangan teknologi, market, new business model LNG, dan dapat membuka peluang bisnis LNG dengan perusahaan-perusahaan lain," jelasnya kepada redaksi, Senin malam (18/4).
Menurut Andy, sebagai perusahaan BUMN nomor satu di Indonesia, Pertamina memang harus hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap event internasional dan regional. Bahkan, pada 1983, Pertamina pernah menyelenggarakan LNG 7 di Jakarta.
"Pada saat itu, saya dan teman teman Teknik Gas UI ikut membantu Pertamina dalam penyelenggaraan acara tersebut," katanya.
Salah satu kerja sama yang dijalin Pertamina dalam ajang LNG 18 adalah dengan Woodside Petroleum Ltd. Dalam kesempatan tersebut, disepakati bahwa perusahaan minyak dan gas terkemuka dari Australia itu akan memasok gas alam cair kepada Pertamina.
Chief Executive Woodside Petroleum Ltd. Peter Coleman mengatakan, kesepakatan itu memperluas jaringan bisnis perusahaannya. Dalam perjanjian itu pula, Woodside akan menyediakan sekitar 500 ribu sampai satu juta metrik ton LNG per tahun, selama 15-20 tahun.
[wah]
BERITA TERKAIT: