Demikian disampaikan Ketua Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemat Francais di gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4).
Seperti diketahui, Bandara Halim Perdanakusuma sejak 10 Januari 2014 lalu hingga kini juga dibuka untuk melayani penerbangan komersil tujuan domestik, bukan semata pangkalan udara TNI.
Fary mengemukakan, sebetulnya Komisi V tak setuju Bandara Halim diperuntukkan hilir mudik pesawat komersil.
"Kita juga belum tanya kepada TNI AU bagaimana slotnya, walau katanya 60 persen untuk militer dan di Solo juga digabung antara komersil dan militer tapi untuk Jakarta harus ada yang khusus," tegasnya
.[wid]