Daya Saing Indonesia Masih Kalah Dari Singapura Dan Malaysia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 21 Maret 2016, 11:18 WIB
Daya Saing Indonesia Masih Kalah Dari Singapura Dan Malaysia
foto :net
rmol news logo Global Competitiveness Report 2015-2016 yang dirilis World Economics Forum (WEF) memperlihatkan daya saing Indonesia berada di peringkat 37 yang sebelumnya nangkring di peringkat 34.

Peringkat Indonesia masih kalah dari tiga negara tetangganya, yakni Singapura di peringkat 2, Malaysia peringkat 18 dan Thailand di peringkat 32. Kendati begitu, Indonesia masih berada di atas Filipina (37), Vietnam (56), Laos (83), Kamboja (90) dan Myanmar (131).

Demikian dipaparkan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri di hadapan para Rektor Perguruan Tinggi dalam acara Rakernis Balitbang Bidang Ketenagakerjaan, di Gedung Kemenaker, Jakarta Selatan, Senin, (21/3).

Menurut dia, pendapatan Indonesia mencapai puncaknya pada tahun 2012, yakni sebesar 3.701 dolar AS per kapita. Namun terus menurun hingga tahun 2014.

"Dari sisi kualitas, tenaga kerja Indonesia masih didominasi oleh yang pendidikan rendah," ujar Hanif.

Hanif juga menyebutkan penduduk usia muda (15-24) tahun yang terjun ke pasar kerja, yakni di tahun 2015 sebanyak 15,75 juta. Mereka ini seharusnya masih tergolong bukan angkatan kerja, dan memerlukan peningkatan kualitas dan produktivitas melalui pendidikan.

Gini ratio (kesenjangan kaya dan miskin) juga terus bertambah dalam sembilan tahun terakhir. Persentase jumlah kemiskinan memang menurun, tetapi sebaliknya penduduk kaya di Indonesia juga meningkat pesat.

"Ini semakin menambah lebar jurang antara kaya-miskin," imbuhnya.

Karena itu, menurutnya kata kunci mengurangi jurang kaya dan miskin adalah pemerataan pembangunan, baik pemerataan pembangunan antarsektor, antarwilayah, maupun antardaerah, dengan melibatkan sebesar-besarnya angkatan kerja di Indonesia.

Ia menegaskan, pemutusan hubungan kerja (PHK) harus dicegah dengan dalih apapun juga, sebab akan menambah angka pengangguran. Selain itu, perusahaan yang mempekerjakan angkatan kerja harus mampu berdaya saing dengan perusahaan dalam dan luar negeri.

"Bagi yang belum bekerja, langkahnya adalah melaksanaan penciptaan dan perluasan kesempatan kerja baru untuk mengurangi angka pengangguran," ucapnya.[wid]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA