"Kita harapkan nanti ada perpindahan besar-besaran logistik yang dulu kita harus ambil dari negara lain. Dengan fasilitas yang kita berikan di PLB maka akan berbondong-bondong datang ke sini," kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan PLB di Kawasan Industri Cipta Krida Bahari, Cakung, Jakarta Utara, Kamis (10/3).
PLB merupakan realisasi dari paket kebijakan ekonomi pemerintah jilid I yang diluncurkan pada September 2015.
Jokowi yakin keberadaan PLB akan membuat ongkos industri semakin efisien dan murah. Apalagi, PLB adalah gudang logistik multi-fungsi di dalam negeri yang diberikan fasilitas Insentif Fiskal dan Insentif Non Fiskal.
Sebagai negara dengan jumlah PDB (Produk Domestik Bruto), jumlah penduduk dan konsumsi terbesar se-ASEAN, Indonesia seharusnya memiliki gudang PLB sejak lama.
"Tapi kita mau beli apa saja harus pergi ke negara lain. Apa-apaan? Buat saya tidak. Produksinya di sini, kok gudangnya di negara lain," ujar Presiden.
Tingginya biaya logistik yang mencapai 2-2,5 kali lipat bila dibandingkan dengan negara Singapura dan Malaysia juga menjadi alasan PLB ini dibangun.
"Kalau kunci-kunci ini tidak dibereskan, jangan bermimpi kita dapat bersaing atau berkompetisi,†ucap Presiden.
Pusat logistik, lanjut Presiden, harus ada di semua pulau, semua provinsi dan semua daerah agar perdagangan Indonesia semakin efisien.
Peresmian PLB di Cakung sekaligus menandai peresmian 10 PLB lain di Balikpapan, Cibitung, Karawang, Cikarang, Denpasar, Subang dan Merak.
[ald]
BERITA TERKAIT: