Pertamina Turunkan Harga Premium Februari Nanti

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 12 Desember 2015, 00:45 WIB
Pertamina Turunkan Harga Premium Februari Nanti
net
rmol news logo Pertamina akhirnya mau mendengarkan jeritan publik. Perusahaan plat merah itu berjanji akan menghitung ulang harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium seiring anjloknya harga minyak dunia.

Sejak dua bulan terakhir harga minyak dunia terus turun. Data seputarforex.com kemarin, harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) hanya dibanderol sekitar 36,19 dolar AS per barel. Ini harga terendah sejak tujuh tahun terakhir.

Harga premium saat ini masih dibanderol Rp 7.300 per liter untuk wilayah luar Jawa dan Bali, dan Rp 7.400 untuk Jawa dan Bali. Harga ini ditetapkan sejak 28 Maret lalu saat harga minyak dunia masih 60 dolar AS per barel.

Dengan penurunan harga minyak dunia hampir 24 dolar AS, Dirut Pertamina Dwi Soetjipto memberi sinyal akan menurunkan harga premium.

"Kalau tren harga minyak turun lagi, ya kita turunin (harga premium). Tergantung tren minyak dunia," ucapnya, Jumat (11/12).

Sebelum penurunan itu, Pertamina akan menggelar rapat evaluasi bersama dengan Kementerian ESDM. Hasil rapat itulah yang akan menentukan besaran penurunan. Sayangnya, rapat itu baru akan digelar pada Januari 2016.

"Nanti akan kita lihat apakah evaluasi harga BBM akan sesuai dengan komitmen tiga bulan itu. Januari kami bicarakan," kata Dwi.

Dalam penghitungan nanti, Pertamina tidak menggunakan harga minyak dunia saat ini. Pertamina akan mengacu pada angka rata-rata indeks Mean of Platts Singapore (MOPS) selama tiga bulan terakhir.

"Jadi meskipun harga minyak dunia ada tren penurunan, bukan berarti pasti turun," cetusnya.

Karena dihitungnya Januari, kemungkinan harga premium baru turun pada Pebruari.
"Kita lihat dasar perhitungan harga premium nanti, satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan. Barangkali nggak bisa Januari (premium turun), ya Februari," bebernya dalam acara Forum BUMN di Hotel Dharmawangsa satu hari sebelumnya.

Di acara itu, Dwi mengakui jika dihitung dalam satu bulan terakhir, Pertamina sudah untung karena penurunan harga minyak dunia itu. Tapi, jika ditarik enam bulan terakhir, Pertamina masih rugi.

Kalau kita tarif dasar perhitungannya tiga bulan, kami masih sedikit minus. Kalau hitungannya enam bulan sebelumnya tambah minus lagi," jelasnya. [wah]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA