Tugas ini lumayan ruwet bagi Sudirman, karena beberapa hari sebelumnya Kementerian ESDM baru saja mengumumkan tak ada perubahan harga premium dan solar sampai akhir 2015. Tapi, karena itu tugas dari Presiden, dia mengumpulkan semua tim untuk menghitung ulang.
"Rapat banyak sekali. Hampir setiap hari ada rapat. Kadang-kadang sehari dua kali,†ujar Sudirman dalam obrolan dengan redaksi, tadi malam (Minggu, 11/10).
Sudirman sempat menjadi sorotan karena hasil hitungan itu premium tidak turun. Namun, Sudirman memastikan Presiden Jokowi tak marah. Jokowi memahani dan menerima hasil hitungan Kementerian ESDM dan Pertamina.
"Presiden memahami dan dapat menerima perhitungan tersebut. Beliau kembali menekankan bahwa orientasi kebijakan harus diarahkan mendorong pertumbuhan industri dan perekekomomian. Dengan paket kebijakan stimulus penurunan harga energi yang lain seperti harga gas industri, aftur, dan solar, beliau akhirnya mendukung keputusan secara keseluruhan," jelas dia.
[sam]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: