Kritikan juga datang dari organisasi pendukung garis keras Jokowi, relawan Pro Jokowi (Projo).
"Ini sudah di luar kepatutan dan sangat tidak etis. Gubernur BI itu bagian dari pemerintah atau oposisi?" jelas Ketum Projo, Budi Arie Setiadi dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (3/10).
Dia tegaskan, komentar Agus menunjukan bahwa dia lebih mirip seorang politisi ketimbang Gubernur BI yang seharusnya tunduk penuh pada Presiden Jokowi.
 Â
"Politisi pun juga politisi oposisi. Memberikan komentar seperti itu oleh Gubernur BI kepada kebijakan presiden kehilangan sisi etis dan sisi subtansi kebijakan. Karena kebijakan apapun soal kenaikan harga BBM dari presiden itu merupakan kewenangan penuh presiden yang secara politik adalah pemimpin negara yang dipilih secara demokratis." demikian Budi.
[sam]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: