Rupiah menjadi mata uang terlemah di Asia setelah ringgit Malaysia. Hari ini rupiah jatuh 0,2 persen menjadi Rp 13.395 per dolar AS.
AsiaOne mengutip pernyataan Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang mengatakan bahwa fenomena
up and down yang dialami rupiah adalah hal normal dan tidak akan berpengaruh besar.
Sementara Jurubicara Bank Indonesia, Peter Jacobs, menegaskan pemerintah akan mengawal rupiah. Peter Jacobs juga mengatakan tidak akan ada perbedaan signifikan dalam pasar domestik. Dia juga mengatakan bahwa pelemahan rupiah ini lebih karena sentimen negatif.
[dem]
BERITA TERKAIT: