Justru, rupiah akan terus merosot karena ketidakpastian kebijakan-kebijakan pemerintah, juga situasi politik yang kian tak terkendali hingga membuat ketidaknyamanan iklim investasi.
Demikian analisa mantan Sekjen Presidium GMNI, Cokro Wibowo Sumarsono dalam keterangannya di Jakata, Senin (16/3).
Malah kabarnya, beber Cokro, Kemenkeu (Menkeu) telah menyiapkan draft RUU Pengamanan Sektor Keuangan sebagai payung hukum pemerintah jika sewaktu-waktu akan ada kebijakan
bail out. Menko Syofan sepertinya 'cemas' rupiah sulit kembali stabil sampai-sampai menyalahkan TKI.
"Statemen Bung Djalil tentang kecilnya uang kiriman TKI yang jadi sebab melemahnya rupiah harus dicabut," kritiknya.
Cokro menilai tidak sepantasnya dan tidak bijak seorang Menko cuci tangan atas kegagalannya menjaga stabilitas ekonomi dengan melemparkan kesalahan kepada para TKI yang seharusnya dilindungi.
"TKI sudah bekerja sekeras kerasnya, jangan dituding macam-macam," ujarnya.
Jika Menko Soyfyan tidak mampu jaga stabilitas ekonomi sebaiknya diakui saja. "Ini lebih
gentlemen," tegas Cokro yang juga pimpinan Padepokan Glugu Tinatar.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: