“Jasa Marga menggandeng konsultan dari Jepang untuk me-review hasil 10 pemenang lomba (sayembara menyelesaikan kemacetan di tol dalam kota Jakarta). Apa yang bisa dipakai,†ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
Dari ide yang masuk, Dahlan melihat, ada tiga konsep pengurai kemacetan tol dalam kota Jakarta yang paling layak diterapkan di lapangan.
Ide pertama, membuat underpass atau terowongan bawah tanah sepanjang 1 kilometer dari pintu keluar tol di dekat persimpangan Jalan Tendean dan Jalan Gatot Subroto arah perempatan Kuningan.
Underpass ini akan diarahkan menuju Kuningan atau Jalan Rasuna Said. Ide kedua, yang layak dipertimbangkan adalah menambah sayap-sayap atau tepian jalan yang bisa dilewati kendaraan pada jalan tol layang di sekitar Tomang.
“Daerah Slipi itu tepatnya Tomang, selama ini truk dari Tanjung Priok ke Tangerang hanya bisa dilewati satu truk, itu pun sering termehek-mehek. Sudah distudi, itu bisa diberi sayap sehingga sedan dan mobil kecil bisa lewat sayap,†jelasnya.
Ide ketiga, yang mungkin diterapkan adalah membuat jalan tol layang arah Cibubur-Semanggi. Jalan tol khusus ini digunakan agar tidak ada tabrakan jalur antara kendaraan yang menuju ke arah Tanjung Priok. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google