“Implementasi SEfA di Indonesia dapat mempercepat masyarakat memenuhi kebutuhan energinya dan keluar dari jerat kemiskinan,†kata Ketua Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa.
Menurut Fabby, ketiadaan akses dan kekurangan pasokan energi menyebabkan sebagian besar masyarakat sukar keluar dari kemiskinan. Pelaksanaan inisiatif SEfA di Indonesia membantu pemerintah memiliki target-target terukur dalam mengentaskan kemiskinan energi dan mewujudkan keadilan di Indonesia.
“Pemerintah harus berani mengurangi subsidi energi yang tidak tepat sasaran dan mengalokasikan dana itu untuk mempercepat pembangunan energi pedesaan, mengembangkan energi alternatif dan mendorong investasi efisiensi energi,†terangnya.
Sayangnya, pengembangan energi alternatif tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah, khususnya dari sektor anggaran. Pemerintah mengaku tak mengalokasikan anggaran khusus untuk mengembangkan energi alternatif.
Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengaku pemerintah tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan energi alternatif di masa mendatang. Sebab, anggaran tersebut sudah diserahkan ke tiap-tiap kementerian atau lembaga.
“Kalau anggaran secara khusus itu tidak ada,†ujar Chatib.
Menurut Chatib, untuk pengembangan energi alternatif hal itu merupakan wewenang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anny Ratnawati menyatakan, pemerintah masih menargetkan produksi (
lifting) minyak bisa meningkat tahun depan. Dalam RAPBN-P 2013 yang telah disetujui, pemerintah sudah menargetkan lifting minyak 840.000 barrel minyak per hari. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google