Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memberikan subsidi harga daging sapi Rp 10.000 per kilogram (kg) selama Ramadhan. Tujuannya, agar harga daging bisa terjangkau.
“Jika terjadi mungkin harga akan lebih mudah terjangkau di masyarakat,†ujarnya di kantor Menko Perekonomian, kemarin.
Namun, Suswono berharap, harga daging bisa turun ke level Rp 76.000-80.000 per kg sebelum Ramadhan karena pemerintah sudah membuka kran impor daging tambahan. Menurut dia, pemerintah telah memberikan jatah kuota impor daging sapi untuk Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sebanyak 3.000 ton.
Kuota tersebut untuk keperluan operasi pasar (OP) guna menstabilkan harga daging menjelang Ramadhan. “Bulog telah ditugaskan pemerintah untuk melakukan operasi pasar, harga berkisar Rp 76.000 per kg,†jelasnya.
Suswono mengatakan, operasi pasar harga daging tidak hanya akan dilakukan di Jabodetabek dan Banten, tapi hingga kepelosok. Namun, untuk saat ini operasi pasar hanya akan dilakukan wilayah itu. Pasalnya, kedua daerah tersebut tidak mempunya sapi dan selama ini disuplai dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Bulog juga diminta melakukan operasi pasar tidak hanya di pasar tradisional, tapi sampai kelurahan-kelurahan. Tujuannya, agar langsung tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan.
Bulog akan melakukan distribusi daging sapi pada Juli 2013. Karena itu, Bulog membutuhkan waktu sampai tiga minggu ke depan untuk mempersiapkannya.
Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menegaskan, pihaknya tidak mengambil untung dari penugasan impor daging untuk operasi pasar. Pihaknya akan menjual daging ke tingkat ritel melalui operasi pasar seharga Rp 50.000-75.000 per kg.
“Bulog kan tidak ambil untung, juga tidak boleh mematikan para peternak. Harga daging nanti sesuai kesepakatan, harga sampai di ritel Rp 75.000 per kg tapi ada juga yang Rp 50.000 per kg tergantung jenis dagingnya. Kan beda-beda antara paha depan dan paha belakang beda harganya,†terang Sutarto.
Untuk pendanaan impor daging bisa berasal dari pinjaman perbankan atau dana internal Bulog. Untuk pendanaan dari perbankan sudah siap. Jika dalam bentuk cash, dana Bulog masih cukup.
Sutarto mengatakan, daging yang diimpor Bulog akan datang paling cepat tiga minggu setelah kontrak.
Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan, dalam dua bulan ke depan pihaknya akan mengimpor 45.000 ekor sapi, terdiri dari 15.000 ekor sapi di bulan Juni dan 30.000 ekor sapi pada Juli. Impor daging sapi ini akan dilakukan dari Australia dan Selandia Baru. Alasannya, kualitas daging sapi dari dua negara tersebut baik dan harganya juga terjangkau. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google