Dahlan: Masa Iya Lebaran Diundur Gara-gara Daging

Bulog Belum Kantongi Izin Impor, Harga Daging Masih Rp 90 Ribu

Kamis, 20 Juni 2013, 09:38 WIB
Dahlan: Masa Iya Lebaran Diundur Gara-gara Daging
ilustrasi, daging sapi
rmol news logo Mahalnya harga daging sapi tidak hanya bikin pusing masyarakat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan juga ikutan pusing.

Bahkan, Dahlan sampai berseloroh Lebaran bisa mundur gara-gara harga daging di pasar masih tinggi. Apalagi, masyarakat Indonesia setiap merayakan Lebaran harus masak daging karena sudah menjadi kebiasaan.

“Masa iya Lebarannya diundur gara-gara harga daging,” candanya di Jakarta, kemarin.
Bekas bos PLN itu menceritakan kenapa harga daging masih mahal. Menurut dia, mahalnya harga daging karena pasokan tambahan yang akan diimpor Bulog belum bisa dilakukan. Pasalnya, Bulog mendapat tugas dari pemerintah untuk menstabilkan harga daging sapi dengan mendapat jatah kuota impor daging tambahan tahun ini.

Sayangnya, lanjut Dahlan, hingga kini Bulog belum mengantongi izin impor secara khusus dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Dahlan mengungkapkan, proses mendatangkan daging impor pasca izin turun tidak mudah. Ia pesimis harga daging akan turun menjelang bulan puasa. Makanya, dia berharap izin penugasan kepada Bulog bisa turun secepatnya.

Izin impor tersebut diperlukan guna menstabilkan harga daging sapi yang melambung tinggi, serta mengantisipasi harga bulan puasa dan menjelang Lebaran.

Berbeda dengan Dahan, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan, saat ini harga bahan pangan di pasaran sudah aman, meskipun akan memasuki bulan puasa dan jelang kenaikan harga BBM Subsidi.

“Harga dipastikan aman, untuk cabe masih Rp 25 ribu per kilogram (kg), telur ayam Rp 18 ribu per kg, semuanya aman kecuali daging sapi,” katanya.

Gita menjelaskan, untuk daging sapi memang masih tinggi, namun untuk mengantisipasi harga makin melonjak akan ditambah pasokan impor daging sapi. Saat ini Indonesia impor 30 ribu ton daging sapi.

Di sisi lain, dia juga mengaku akan menekan Indeks Harga Konsumen (IHK) agar tidak menyebabkan tekanan inflasi  lantaran naiknya harga BBM bersubsidi. “Stabilitas harga kita jaga dari kenaikan inflasi,” tukas dia.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono juga menjamin ketersediaan pasokan daging sapi menjelang puasa dan Lebaran. Kebijakan stabilisasi harga daging telah diputuskan dalam rapat dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa pada April.

Oleh sebab itu, saat ini tidak ada lagi penambahan kuota impor daging. Pemerintah akan mendorong pasokan daging dalam negeri untuk menstabilkan harga.

Agus (40), pedagang daging sapi di pasar Kebayoran Lama mengatakan, harga jual daging sapi terus meroket. Kenaikan harga jual daging sapi mencapai Rp 7.000-Rp 8.000 per kg.

“Harga daging sapi saat ini menembus Rp 90.000 per kg. Padahal sebelumnya masih dijual dengan harga Rp 82.000 per kg. Harga daging sapi terus mengalami kenaikan sejak sepekan,” ujar Agus.

Untuk diketahui, Bulog sebelumnya sudah digadang-gadang akan mendapatkan jatah impor daging karkas hingga 5.000 ton, meski Bulog mengusulkan bisa mendatangkan 28.000 ton daging untuk meredam harga daging di dalam negeri.  [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA