Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjelaskan, hampir semua pemegang saham setuju Meijer masuk jajaran direksi. Meijer rencananya akan diplot menjadi Direktur Komersial menggantikan Elisa Lumbantoruan.
“Saya tidak ingat berapa yang setuju, tapi ada sekitar 98 persen (pemegang saham) setuju. Kalau kita lihat
background dia, ya di sektor komersial,†kata Emir usai RUPS Garuda di Hotel Ritz Carlton Jakarta.
Meijer saat ini masih bekerja di PT Indosat sebagai Director and Chief Commercial Officer. Sebelumnya, dia pernah bekerja di Telkomsel selama 11 tahun dan Bakrie Telecom 5 tahun. Di Indosat, suami artis Maudy Kusnaedy itu baru bekerja satu tahun.
Emir mengatakan, secara umum jajaran manajemen Garuda belum mengenal dekat sosok Meijer. Namun, dia yakin keluarga besar Garuda siap bekerja sama untuk mengembangkan perusahaan ke kancah internasional.
Menanggapi keputusan tersebut, Direktur Komersial Garuda Elisa menyatakan tak akan mempersoalkan keputusan tersebut.
“Life must go on,†cetusnya.
Elisa mengatakan, bila resmi dicopot, dirinya akan rehat sejenak. Saat ditanya mengenai tawaran dari Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan untuk mengisi direksi perusahaan BUMN lain, dia mengaku belum menerima tawaran tersebut. “Saya baru tahu dari media,†ungkapnya.
Lebih jauh, Emir menerangkan soal rencana aksi perseroan ke depan. Menurutnya, Garuda berencana menerbitkan obligasi dan melakukan
right issue untuk mencari pendanaan.
Katanya, obligasi yang akan diterbitkan senilai Rp 2 triliun dan untuk
right issue perseroan berencana melepas maksimal 10 persen saham baru.
“Rencananya right issue tersebut akan diterbitkan akhir tahun. Sementara itu untuk obligasi diharapkan akhir Juni selesai sebesar Rp 2 triliun,†kata Emir.
Direktur Keuangan Garuda Handrito Hardjono mengatakan, saat ini perseroan belum bisa membagikan dividen kepara para pemegang saham. Sebab, perseroan masih terbelit utang dan harus menyelesaikan pembayarannya sampai tahun 2016. Walau terbelit utang, bukan berarti kerja Garuda memble.
Diungkapkan Handrito, tahun 2012 perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar 110,8 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,05 triliun. Laba itu naik 72,6 persen dibandingkan laba bersih tahun 2011 senilai 64,2 juta dolar AS.
“Pertumbuhan laba bersih perseroan didukung dengan meningkatnya pendapatan operasi perseroan sebesar 3,47 dolar AS miliar atau naik 12,1 persen dibandingkan tahun 2011 sebesar 3,09 miliar dolar AS,†ungkapnya.
Bekas Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris MRTSelain Garuda, perusahaan besar lain, PT PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta melakukan perombakan. Bedanya, MRT merombak jajaran komisarisnya. Kamis malam, RUPS PT MRT menetapkan susunan jajaran komisaris baru. Bekas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas terpilih menjadi Komisaris Utama.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, Erry dipilih agar bisa mengawasi ketat proyek senilai belasan triliun tersebut. “Ya apapun itu, kita ingin pengawasan sama orang yang benar-benar punya integritaslah,†kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, kemarin.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan, pergantian jajaran komisaris MRT merupakan hal biasa. Tujuannya, membentuk pengurus perusahaan yang solid, satu visi, dan cepat dalam menjalankan keputusan perusahaan.
“Tapi bukan berarti jajaran komisaris dan direksi sebelumnya tidak seperti itu lho. Yang pasti jajaran komisaris baru harus bekerja sama dengan jajaran direksi untuk mengejar keterlambatan proyek,†pungkasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: