Jual Beli Kuota Impor Picu Harga Hortikultura Melejit

Senin, 15 April 2013, 07:56 WIB
Jual Beli Kuota Impor Picu Harga Hortikultura Melejit
ilustrasi, Hortikultura
rmol news logo .Guna pengembangan ekonomi produk hortikultura, pemerintah harus mengubah banyak kebija­kan. Revisi kebijakan diperlukan agar harga-harga produk hortikul­tura dalam negeri bisa bersaing.

Ketua Gabungan Pengusaha Ma­kanan dan Minuman Indo­nesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, pemerintah mem­punyai peraturan peme­rintah (PP) untuk mengatur impor komoditas hortikultura.

“Harus ada kebijakan yang dapat melindungi petani horti­kultura serta produk unggulan secara maksimal, karena dapat menumbuhkan ekonomi In­do­nesia,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga ha­rus memberikan prioritas ter­hadap produk hortikultura de­ngan kebijakan yang telah dibuat serta penyediaan infra­struktur yang baik.

Bekas Dirjen Hortikultura Ke­men­terian Pertanian (Kemen­tan) Ahmad Dimyati MS menga­ta­kan, terkait hortikultura, mulai dari ke­bijakan anggaran serta peruba­han struktur organisasi harus di­ubah agar berpihak kepada bisnis. Me­nurut dia, infrastruktur men­jadi kendala terhadap mero­ketnya har­ga produk hortikultura.
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendesak pemerintah menciptakan 100 importir hortikultura agar ter­ciptanya persaingan.

Ketua Harian HKTI Sutrisno Iwantono mengatakan, melon­jak­nya harga produk hortikultura dikarenakan terjadinya ekses permintaan yang tinggi. Ting­ginya harga produk itu dise­bab­kan ke­pemilikan kuota impor, di mana kuota dapat diperjual­be­likan. “Siapa yang punya kuota, dia yang mempunyai ke­untungan besar karena memang diperjual­belikan,” jelas Sutrisno.

Selain itu, untuk produk hor­tikultura impor seharusnya dike­nakan bea masuk. Tujuannya, agar para petani dalam negeri ma­sih bisa bersaing dengan pro­duk hortikultura impor.

Makanya, kata Sutrisno, de­ngan adanya pergantian kuota de­ngan pena­rifan biaya masuk, ser­ta mem­perbanyak importir-im­portir, da­pat dipastikan dalam jangka panjang dapat melindungi para petani dalam negeri. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA