Harga Bawang Dan Cabe Turun Drastis

Pemantauan Di Delapan Kota Besar

Rabu, 03 April 2013, 07:59 WIB
Harga Bawang Dan Cabe Turun Drastis
ilustrasi/ist
rmol news logo Pemerintah mengklaim bah­wa harga bawang dan cabe di bebe­rapa wilayah di Indo­ne­sia su­dah mengalami penu­runan. Meskipun besaran pe­nu­runan be­lum kembali ke harga normal.

Wakil Menteri Perdagangan (Wa­mendag) Bayu Krisna­mur­thi mengungkapkan, dari hasil pe­man­tauan di delapan kota be­sar harga cabe turun rata-rata turun hingga 57 persen. 

“Cabe rawit merah dari Rp 55 ribu per kilogram (kg) ada bu­lan lalu kini turun, saat ini be­rada dikisaran Rp 25 ribu per kg,” kata Bayu kepada warta­wan di kantor­nya di Jakarta kemarin.

Harga cabe yang masih ter­pan­tau cukup mahal terjadi di Sura­baya dan Samarinda. Un­tuk harga bawang, lanjut­nya, rata-rata telah alami penu­ru­nan. Misalnya di Jakarta, dari hasil pantauan di pa­sar Kra­mat Jati, Jakarta Timur, pe­nurunan mencapai 62 persen.
Harga ko­moditas ini yang ter­pan­tau ma­sih mahal terjadi di Palu dan Manokwari.

Untuk itu, pihaknya masih terus memantau perge­ra­­kan harga komoditas pangan agar tidak terjadi lonjakan lagi.

Bayu mengatakan, jika dili­hat secara historis, kenaikan ko­mo­ditas bawang dan cabe sering ter­jadi setiap bulan Ma­ret. Karena itu, untuk meng­­atasi ma­salah itu, pihak­nya kini sedang berupaya me­lakukan pe­nye­der­hanaan im­portasi un­tuk bulan-bulan ra­wan stok pangan.

Seperti diketahui, harga cabe dan bawang  putih belum lama ini mengalami kenaikan cukup tinggi. Harga bawang putih men­­­dekati Rp 100 ribu per kg dan harga cabe mencapai 45 ribu per kg. Padahal  harga nor­mal kedua komoditas tersebut 25 ribu per kg.

Mahalnya harga cabe dan ba­­wang, berdasarkan pantauan Ba­dan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret telah menye­babkan meningkatnya inflasi sebesar 0,36 persen.

Bayu mengakui, mahalnya se­jumlah pangan telah menye­bab­­kan inflasi naik. “Inflasi 0,63 persen atau 80,9 persen itu me­mang datang dari inflasi bahan makanan dengan kom­bi­nasi ba­wang putih, bawang me­rah, jeruk dan cabe,” ung­kapnya.

Pengamat Ekonomi Samuel Sekuritas Lana Soelistyaning­sih memprediksi inflasi akan tetap berlanjut beberapa bulan ke de­pan meskipun peme­rin­tah ber­hasil menekan harga pangan.

“Trennya Maret tampaknya akan berlanjut hingga Juli. De­flasi cenderung muncul pada September dan Oktober,” kata­nya. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA