Kenaikan TDL Jilid II Tambah Biaya Produksi 15 Persen

IKM Sesuaikan Harga

Rabu, 03 April 2013, 07:53 WIB
Kenaikan TDL Jilid II Tambah Biaya Produksi 15 Persen
ilustrasi/ist
rmol news logo Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) jilid II per 1 April ber­dampak pada industri kecil dan menengah (IKM) yang bergerak di sektor otomotif.

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah mengatakan, kenaikan TDL jilid II telah menambah beban biaya produksi 10-15 persen. Hal sama terjadi untuk tekstil. Sementara untuk IKM makanan dan minuman dampak masih bisa ditekan.

Gara-gara kenaikan itu,kata dia, semua IKM harus menga­da­kan penyesuaian harga. Apalagi pa­sokan bahan baku juga se­makin susah. “Kita (IKM) selalu ditekan untuk menekan penjualan produk murah sementara biaya produksinya sudah tinggi,” ujar Euis seusai menghadiri acara pembukaan pameran Sriwijaya Exhibition di Gedung Ke­menperin, kemarin.

Pemerintah kembali menaikan TDL jilid per 1 April 2013 sebesar empat persen. Untuk tahun ini pemerintah menaikkan TDL 15 persen secara bertahap setiap tiga bulan sekali.

Euis mengatakan, untuk me­nekan biaya produksi, Kemen­perin berencana membuat kluster untuk IKM, baik itu untuk otomotif dan makanan. Namun, kata dia, saat ini yang menjadi kendala adalah mahalnya harga tanah. “Harusnya rencana terse­but sudah berlangsung sejak 2012,” jelasnya.

Selain itu, dia mengklaim terus menggenjot ekspor IKM untuk mengimbangi kenaikan produksi akibat TDL tersebut. Apalagi, peluang pasar ekspor masih besar baik itu makanan dan fasion.

Ketua Kompartemen Industri Kreatif Berbasis Informasi Teknologi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Titi Rus­di menambahkan, para pengu­saha muda saat ini sedang membidik pasar Yordania.

 Menurut Titi, Hipmi melihat Yordania memiliki peluang kerja sama yang cukup strategis di mana negara tersebut selain memiliki kekuatan konsumsi domestik serta jumlah penduduk yang mencapai 100 juta jiwa dan kondisi sosial politiknya yang relatif stabil.

Selain itu Yordania merupakan pintu masuk distribusi produk Indonesia melalui Pelabuhan Aquba ke Suriah, Palestina, Le­banon, Irak, Mesir dan Arab Saudi.

Perdagangan Indonesia-Yordania pada 2011 lalu men­capai 403 juta dolar AS. Hingga Agustus 2012 perdagangan kedua negara sudah mencapai 364 juta dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA