Banyak Sumur Sudah Uzur Target Lifting Sulit Tercapai

Senin, 25 Maret 2013, 08:08 WIB
Banyak Sumur Sudah Uzur Target Lifting Sulit Tercapai
ilustrasi/ist
rmol news logo Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) menarget­kan produksi minyak 827 ribu barel per hari dalam tahun ini.

Pengamat Energi dari Energy Watch Mamit Setiawan pesimis target lifting tersebut akan ter­capai. “Sumur-sumur yang se­lama ini menjadi andalan sudah uzur, rasanya sulit migas yang dihasilkan akan maksimal,” kata Mamit kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Selain itu, banyak blok yang memiliki cadangan migas sampai kini belum dieksplorasi. Belum lagi, banyak perusahaan migas terkendala teknologi.

Mamit mengatakan, saat ini memang pengeboran di Blok Ma­dura menemukan banyak sumur migas baru. Tapi diprediksinya ha­sil pengembangan sumur ter­sebut tidak akan mendongkrak banyak hasil produksi.

“Saya perkirakan lifting tahun ini mentok diangka 780- 800 ribu barel per hari. Sampai se­gitu saja saya kira sudah luma­yan,” katanya.

Menurutnya, untuk mening­kat­­kan hasil produksi minyak saat ini tidak cukup hanya de­ngan men­dapatkan sumur baru. Tetapi juga harus ditunjang tek­nologi yang canggih. Masalah­nya, untuk me­nerapkan tekno­logi canggih di­per­lukan biaya investasi yang besar.

Dia menyarankan pemerintah membuat kebijakan untuk me­ma­cing datangnya investor luar ne­geri agar sektor migas bisa di­genjot.

Mamit menantang Pertamina yang selama ini mengklaim se­ba­gai perusahaan yang sudah pro­fessional untuk menunjukkan ki­nerjanya. “Untuk meningkat­kan produksi minyak bila perlu Perta­mina eksplorasi ke luar negeri,” pintanya.

Berbeda dengan Mamit, Ang­go­­ta Komisi VII DPR Dito Ga­nindito optimistis target bisa ter­capai. “Targetkan sudah direvisi, se­belumnya ditargetkan 900 ribu barel per hari,” katanya.

Dito mengatakan, target  827 ribu barel harus tercapai. Karena target tersebut untuk memenuhi per­mintaan dan pemenuhan ke­bu­tuhan dalam negeri.

Deputi Pengendalian Perenca­naan SKK Migas Aussie B Gau­tama belum lama ini mengung­kap­kan pihaknya memiliki se­jumlah rencana untuk mencapai target. Di antaranya, tujuh ren­cana survei seismic, 258 sumur eksplorasi, 1.178 sumur pengem­bangan baru, dan 1.094 sumur yang diperbaiki kembali.

Gautama mengatakan proses perawatan sumur migas me­mang harus terus dilaksanakan. Bila ti­dak, dia khawatir jumlah mi­nyak yang dipompa keluar dari perut bumi hanya bisa men­capai 650 ribu barel per hari da­lam tahun ini.

Dengan jumlah target produksi tersebut, pemerintah memp­er­hitungkan mendapat 27,9 miliar dolar AS sampai 29,5 miliar dolar AS  pada tahun ini. Di sisi lain, pada pro­yeksi APBN 2013, cost recovery atau penggantian biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk para kontraktor kerja sama (KKS) diperhitungkan 15,5 miliar dolar AS.

Pendapatan untuk negara semula diharapkan 31,75 miliar dolar AS atau 85 persen dan KKS mendapat 9,79 miliar dolar AS atau 15 persen. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA