Kinerja PLN Memprihatinkan Hambat Pembangunan Listrik

Senin, 14 Januari 2013, 08:00 WIB
Kinerja PLN Memprihatinkan Hambat Pembangunan Listrik
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Rencana pemerintah menaik­kan tarif dasar listrik (TDL) secara bertahap tahun ini masih menimbulkan protes. Pasalnya, kinerja PLN masih rendah, ini tercermin dari rendahnya serapan anggaran 2012.

Menurut anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani, kinerja PLN di 2012 cukup memprihatinkan. Industri setrum pelat merah itu cen­derung menghambat pem­ba­ngunan listrik nasional.

Berdasarkan laporan realisasi anggaran Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diteliti UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan), anggaran pem­bangunan kelistrik­an 2012 sebesar Rp 6,5 triliun, ha­nya mampu diserap PLN Rp 2,9 triliun, atau 44 persen saja.

“PDIP tolak kenaikan TDL. Se­lama kinerja PLN belum beres, PDIP konsisten. Jangan bebankan kesalahan PLN kepada rakyat,’’ tegas Dewi.

Menurut dia, kebutuhan listrik semakin tinggi, sementara ki­nerja PLN belum maksimal. Ini akan menimbulkan ketimpa­ngan yang bisa mengganggu per­ekonomi­an, khususnya sek­tor industri.

Anggota Komisi VII DPR asal Partai Golkar Dito Ganindito. ber­pendapat, mangkraknya pro­yek pem­bangunan listrik nasional di 2012 tidak boleh terulang. Terma­suk pembangunan gardu induk yang merupakan tulang pung­gung dalam distribusi setrum.

“Tahun ini Kementerian ESDM dan PLN harus bisa ber­gerak lebih cepat. Khususnya da­lam merealisasikan program lis­trik desa. Kalau tertunda-tunda terus bagaimana bisa mening­kat­kan rasio elektrifikasi, “ sentil Dito. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA