.Menteri Perdagangan (MenÂdag) Gita Wirjawan berjanji akan mempertimbangkan penuÂrunan bea keluar CPO (Crude Palm Oil/minyak sawit mentah).
“Akan kita pertimbangkan, memang Malaysia sudah meÂnurunkan sampai nol persen, kita akan coba. Sekarang sudah 7,5 persen, nanti akan kita coba dulu,†ujar Gita kepada warÂtaÂwan di Jakarta, kemarin.
Menurut Gita, penurunan bea keluar CPO tersebut bertujuan untuk menjaga pasar-pasar utaÂma CPO Indonesia yang tengah terancam direbut Malaysia
Sebelumnya, Pengusaha saÂwit Indonesia mengaku tahun 2012 iklim bisnis tidak terlalu cerah. Secara rata-rata, harga minyak sawit mentah CPO dan produk turunannya anjlok 12 persen.
“2012 memang tidak terlalu cerah bagi industri sawit, terÂutama harga. Persoalan harga adalah penyebab lesunya inÂdustri sawit. Sepanjang tahun lalu harga CPO menurun sejak Juni dengan rata-rata 999 dolar AS,†kata Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Joko Supriyono di Jakarta, kemarin.
Dia juga mengingatkan agar pemerintah mewaspadai langÂkah Malaysia yang memangÂkas paÂjak ekspor produk miÂnyak sawit mentah yang resmi diberÂlakukan Januari 2013. PaÂsalnya, pemangÂkasan itu berpoÂtensi membaÂhayakan kemajuan inÂdustri sawit IndoÂnesia.
Perlu diketahui, saat ini pajak ekspor baru CPO di Malaysia hanya 4,5-8 persen, jauh di baÂwah ketentuan pajak atau bea keluar sawit Indonesia.
“Ini mesti dicermati. IndoneÂsia pajak ekspor masih 7-22,5 persen. Kita bisa kalah dan keÂhiÂlaÂngan pasar,†ungkap Joko.
Jika kebijakan Negeri Jiran tersebut tidak segera diantiÂsiÂpasi, menurut dia, Indonesia biÂÂsa saja kehilangan pasar proÂduk CPO. Sebut saja India dan PaÂkistan yang merupakan dua neÂgara yang saat ini adaÂlah imÂportir terbesar produk CPO asal Indonesia.
“Pasar kita paling besar India dan Pakistan untuk CPO. Kita khawatir dimakan Malaysia. Selain itu kita harus antisipasi unÂtuk mendorong pemakaian di dalam negeri. Biodiesel adalah peluang terbaik dan potensial di dalam negeri. Ini bisa menyerap konsumsi doÂmesÂtik,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: