Bos Semen Indonesia Serukan Anak Usaha Kawal Kebutuhan Pasar Lokal

Holcim Dan Bosowa Dianggap Ancaman Serius

Selasa, 08 Januari 2013, 08:39 WIB
Bos Semen Indonesia Serukan Anak Usaha Kawal Kebutuhan Pasar Lokal
PT Se­men Gresik
Kecil Besar

rmol news logo Untuk memperkuat pasar da­lam negeri sekaligus menggenjot ekspor, PT Semen Indonesia Tbk akan membentuk anak perusa­haan, baru yakni PT Semen Gre­sik. Pembentukannya diperkira­kan tuntas pada Maret-April 2013 dan sekaligus menjadi operating company seperti PT Semen Pa­dang dan Semen Tonasa.

   “Arti­nya, Semen Padang, Se­men To­nasa, dan Semen Gresik akan berada pada posisi yang setara,” tutur Direktur Utama PT Semen Indo­nesia Dwi Soetjipto di Ja­karta, kemarin.

Menurut Dwi, apabila PT Se­men Gresik sudah terbentuk, ma­ka Semen Indonesia secara resmi akan menjadi induk bagi tiga anak usaha, yaitu PT Semen Pa­dang, PT Semen Tonasa, dan PT Semen Gresik.

“Dalam kesempatan kali ini saya kembali menegaskan bahwa keberadaan Semen Indonesia ti­dak lantas menghapuskan merek Semen Padang, Semen Tonasa, maupun Semen Gresik. Ketiga­nya mempunyai ekuitas merek yang sangat kuat, sehingga men­jadi modal utama untuk tetap mempenetrasi pasar di wilayah­nya masing-masing,” jelasnya.

Dwi menuturkan, dengan mem­­­bangun sinergi di bawah pe­rusahaan induk yang terfokus Semen Indonesia, kelompok bis­nis semen ini punya segalanya un­tuk memperkuat cengkeraman pasar. Di antaranya keunggulan penguasaan geografis yang leng­kap, mulai dari barat, tengah, hingga timur Indonesia.

“Grup ini telah siap mendesain sinergi yang berfokus pada ke­ung­gulan lokasi dengan mene­rapkan kluster pe­masaran dan penjualan untuk mengefesienkan biaya distri­busi,” ungkapnya.

Analis PT Sucorinvest Central Gani Gifar Indra Sakti meman­dang, sudah seharusnya perusa­haan lebih fokus menggarap pang­sa pasar semen dalam ne­geri ter­lebih dulu.

“Boleh saja eks­pansi ke luar, tapi perusahaan juga mes­ti fo­kus di Indonesia,” kata Gifar.

Saat ini, menurut dia, Semen Gresik masih menguasai pasar se­men di Indonesia, yaitu berkisar 42-43 persen. Namun, angka itu terus tergerus seiring dengan per­­tumbuhan yang terjadi pada peru­sahaan semen lainnya.

Ia mencontohkan dua emiten semen, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dan PT Holcim Indonesia Tbk. Semen Gresik ma­­sih kalah saing dengan dua emiten semen itu dalam pengua­saan pasar semen di Pulau Jawa. Separuh peredaran penjualan se­men di Indonesia masih berada di Pulau Jawa. Indocement fokus menggarap di kawasan Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Se­mentara Holcim menguasai pen­jualan semen di Jawa Tengah.

Diakui, Semen Gresik sampai masih menjadi pe­main semen paling besar di Jawa Ti­mur. Na­mun dengan ke­data­ngan pemain baru seperti Grup Boso­wa dan Holcim, bisa jadi pangsa pasar Semen Gresik di Jawa Ti­mur pun semakin ber­kurang. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA