.Proyek rumah murah untuk wartawan yang dicanangkan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz di Bumi Parung Panjang, Bogor seharga Rp 85 juta per unit, terancam dibatalkan. Pasalnya, dari target 525 unit yang akan dibangun tahun ini, hanya sekitar 50 orang yang berminat membeli.
Perumnas selaku Pimpro (Pimpinan Proyek) tak akan meÂlanjutkan pembangunan ruÂmah tersebut, jika sampai Januari 2013, peminatnya kurang dari 100 orang.
Hal itu dikatakan Dirut Perum PerumÂnas Himawan Arif Sugito usai acara penandatanganan kerÂÂja sama dengan PT PerkeÂbunan Nusantara (PTPN) II di Jakarta, Kamis, (20/12).
“Ya kita lihat saja nanti, kalau (peminatnya) masih di bawah 100 unit sampai Januari 2013, rasanya sulit dilanÂjutkan karena itu akan berdampak pada penÂdaÂÂpatan perusahaan,†katanya.
Perumnas berencana akan meÂngalihkan perumahan PÂaÂrung Panjang ini ke pegawai peÂruÂsaÂhaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan instansi peÂmerintah lain, yang diyakini lebih banyak peminatnya diÂbanÂdingÂkan wartawan.
“Perumnas tidak ingin ambil risiko. Jika rumah wartawan diÂpaksakan, perusahaan bisa meruÂgi. Saat ini, suda ada 300 orang di luar wartawan yang minat di Parung Panjang,“ jelasnya.
Selain di Parung Panjang, lanÂjut Himawan, Perumnas juga teÂlah menyediakan lahan tamÂbaÂhan untuk rumah wartawan di wilaÂyah Bekasi, Jawa Barat. LaÂhan itu milik perusahaan swasÂta yang merupakan mitra usaha PerumÂnas.
“Lahan di Bekasi ini sedang dalam pembebasan untuk peÂmeÂÂnuhan rumah bagi wartawan ke depan,†ungkap Himawan.
Namun, dia belum bisa meÂnyeÂbutkan kapan, proses pemÂbaÂnguÂnÂÂan itu akan dimulai.
Anggota Komisi V DPR biÂdang Perumahan Saleh Husen mengatakan, sepinya peminat ruÂÂmah murah itu dikarenakan keÂtidakseriusan Kemenpera daÂlam menyediakan rumah, mulai dari lokasi, lahan, infrastruktur, transÂportasi serta harga yang ditaÂwarkan.
“Kemenpera sudah telanjur obÂral janji tanpa ada infraÂstrukÂtur yang kuat. Akibatnya, proÂyek terÂsebut jalan di tempat. SehaÂrusÂnya, kegagalan CitaÂyam, DeÂpok bisa menjadi peÂlajaran,†sentil Saleh.
Anggota Komisi V DPR MarÂwan Djafar menambahkan, proÂyek rumah murah ini hanya seÂbagai proyek pencitraan kepaÂda jurÂnalis. “Bukan rahasia umum lagi, Menteri Djan FaÂridz sering umbar janji progÂram, tapi miÂnim realisasi. KeÂmenpera seÂbaiknya dievaluasi supaya progÂram peruÂmahan bisa berÂjalan baik,†kritik Marwan.
Kawasan perumahan Parung Panjang akan dibangun di atas lahan 354 hektare yang dikemÂbangkan sejak 1995. Saat ini, perumahan tersebut telah terbaÂngun tiga sektor dan dihuni leÂbih 4.000 kepala keluarga. SekÂtor 3 merupakan kawasan yang akan dikembangkan bagi peruÂmahan wartawan dengan luas lahan 10 hektar. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: