Proyek Rumah Wartawan Di Parung Panjang Bakal Dibatalin

Kurang Peminat Dan Ganggu Pendapatan Perumnas

Kamis, 27 Desember 2012, 08:18 WIB
Proyek Rumah Wartawan Di Parung Panjang Bakal Dibatalin
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Proyek rumah murah untuk wartawan yang dicanangkan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz di Bumi Parung Panjang, Bogor seharga Rp 85 juta per unit, terancam dibatalkan. Pasalnya, dari target 525 unit yang akan dibangun tahun ini, hanya sekitar 50 orang yang berminat membeli.

Perumnas selaku Pimpro (Pimpinan Proyek) tak akan me­lanjutkan pembangunan ru­mah tersebut, jika sampai Januari 2013, peminatnya kurang dari 100 orang.

Hal itu dikatakan Dirut Perum Perum­nas Himawan Arif Sugito usai acara penandatanganan ker­­ja sama dengan PT Perke­bunan Nusantara (PTPN) II di Jakarta, Kamis, (20/12).

“Ya kita lihat saja nanti, kalau (peminatnya) masih di bawah 100 unit sampai Januari 2013, rasanya sulit dilan­jutkan karena itu akan berdampak pada pen­da­­patan perusahaan,” katanya.

Perumnas berencana akan me­ngalihkan perumahan P­a­rung Panjang ini ke pegawai pe­ru­sa­haan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan instansi pe­merintah lain, yang diyakini lebih banyak peminatnya di­ban­ding­kan wartawan.

“Perumnas tidak ingin ambil risiko. Jika rumah wartawan di­paksakan, perusahaan bisa meru­gi. Saat ini, suda ada 300 orang di luar wartawan yang minat di Parung Panjang,“ jelasnya.

Selain di Parung Panjang, lan­jut Himawan, Perumnas juga te­lah menyediakan lahan tam­ba­han untuk rumah wartawan di wila­yah Bekasi, Jawa Barat. La­han itu milik perusahaan swas­ta yang merupakan mitra usaha Perum­nas.

“Lahan di Bekasi ini sedang dalam pembebasan untuk pe­me­­nuhan rumah bagi wartawan ke depan,” ungkap Himawan.

Namun, dia belum bisa me­nye­butkan kapan, proses pem­ba­ngu­n­­an itu akan dimulai.

Anggota Komisi V DPR bi­dang Perumahan Saleh Husen mengatakan, sepinya peminat ru­­mah murah itu dikarenakan ke­tidakseriusan Kemenpera da­lam menyediakan rumah, mulai dari lokasi, lahan, infrastruktur, trans­portasi serta harga yang dita­warkan.

“Kemenpera sudah telanjur ob­ral janji tanpa ada infra­struk­tur yang kuat. Akibatnya, pro­yek ter­sebut jalan di tempat. Seha­rus­nya, kegagalan Cita­yam, De­pok bisa menjadi pe­lajaran,” sentil Saleh.

Anggota Komisi V DPR Mar­wan Djafar menambahkan, pro­yek rumah murah ini hanya se­bagai proyek pencitraan kepa­da jur­nalis. “Bukan rahasia umum lagi, Menteri Djan Fa­ridz sering umbar janji prog­ram, tapi mi­nim realisasi. Ke­menpera se­baiknya dievaluasi supaya prog­ram peru­mahan bisa ber­jalan baik,” kritik Marwan.

Kawasan perumahan Parung Panjang akan dibangun di atas lahan 354 hektare yang dikem­bangkan sejak 1995. Saat ini, perumahan tersebut telah terba­ngun tiga sektor dan dihuni le­bih 4.000 kepala keluarga. Sek­tor 3 merupakan kawasan yang akan dikembangkan bagi peru­mahan wartawan dengan luas lahan 10 hektar. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA